Suararepublik.news – Puluhan warga magatasnamakan masyarakat kelurahan Sawah Baru demontransi Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro di Jalan Cenderawasi, Kelurahan Sawa Baru, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (10/09/2020).

Pantauan dilokasi, dalam aksi tersebut warga mempertanyakan janji-janji UPJ kepada masyarakat Kampung Sawah Baru pada tahun 2015 lalu.

“Janji kalian itu, diawal tahun 2015, sampai sekarang sudah tahun 2020, sudah 5 tahun tidak ada terealisasikan,” ujar salah seorang orator.

Toko masyarakat setempat H. Sukarya menjelaskan, aksi ini merupakan terkait kesepakatan 5 tahun yang lalu dan satu pun tidak direalisasikan oleh pihak UPJ, bahkan sudah banyak pergantian pejabat disini namun memory kegiatan itu tidak dilaksanakan.

“Datang yang baru, tersumbat komunikasi, jadi terkesan bagian umum ini menurut warga susah ditemuin, diajak ngomong susah,” Jelas Sukarya yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Tangsel saat dimintai keterangan.

Sukarya melanjutkan, dari hasil mediasi dengan pihak UPJ, tuntutan warga sudah disampaikan dan MoU kesepakatan lagi disusun.

“Coba dari kemari-kemarin, direalisasikan secara bertahap.

Kalau kata pihak UPJ beasiswa sudah terealisasi. Tapi sudahnya itu yang mana, kalau udah diinformasiin anak siapa, emaknya siapa, bapaknya siapa, tinggal dimana, kan gitu, jangan ngomong depan umum doang, tapi saya ngga tau,” tuturnya.

Sukarya memastikan tuntutan warga harus terealisasi tidak tidak masa warga setempat akan lebih banyak untuk menuntut hak-hak mereka.

“Harus terealisasi, kalau nggak terealisasi lebih besar lagi masa kesini,” tegasnya.

Sementara, Kepala Humas UPJ Bintaro Jaya, Hadijah Husana menjelaskan, kejadian hari ini murni miskomunikasi karena sudah ada hal-hal yang dilakukan UPJ tapi tidak sampai informasinya ke seluruh warga.

“Misalnya kami berkomunikasi dengan Pemerintah setempat, mungkin sosialisasinya kurang luas, misalkan ada program beasiswa, kita sudah memberikan kuota tersendiri untuk anak berprestasi yang mau melanjutkan kulia dari kelurahan sawah baru yang bisa kami fasilitasi beasiswa penuh dari OPJ. Ditahun 2019 sudah ada rekomendasi mahasiswa yang berkulia di prodi akutansi yang direkomendasi dari kelurahan setempat, 1 orang,” jelasnya.

Menurut Dijah, dari 7 tuntutan warga sepengetahuannya yang sudah direalisasi baru dua yaitu fasilitas beasiswa dan pemeberdayaan sumber daya manusia tapi belum tersampaikan kepada ke seluruh warga karena ada miskomunikasi.

Saat disinggung apakah 7 tuntutan warga setempat akan terealisasi semua, dirinya belum bisa menjelaskan.

“Saya ngga bisa jelaskan, karena saya belum membaca detail kesepatan itu ya, secara besaran yang dibahas tadi lebih ke yang dua tadi, beasiswa dan pemberdayaan sumber daya manusia, dan sisanya akan kita liat kapan nanti terealisasi akan kita informasikan,” tukasnya.

Diketahui, Adapun 7 tuntutan warga kampung Sawah Baru yakni, menuntut agar pengelolaan outsourcing di Kampus Universitas Pembangunan Jaya diserahkan kepada warga sekitar, menuntut agar pengelola Universitas Pembangunan Jaya merekrut tenaga sekuriti dari warga sekitar, meminta agar pengelola Universitas Pembangunan Jaya memberikan kesempatan kepada warga sekitar menjadi vendor pengadaan barang dan jasa, meminta agar Pengelola Universitas Pembangunan Jaya memberikan kesempatan warga untuk mengisi tenant-tenant kantin di dalam kampus, meminta pihak pengelola Universitas Pembangunan Jaya turut memberikan beasiswa kepada pemuda Sawah Baru untuk bisa berkuliah di UPJ, meminta kepada Pengelola Universitas Pembangunan Jaya memberikan dana CSR kepada warga sekitar baik dalam bentuk dana tunai maupun pelatihan keterampilan untuk para pemuda dan eminta kepada Pengelola Universitas Pembangunan Jaya turut membangun lingkungan sekitar, sebagai tanggungjawab CSR perusahaan bagi lingkungan sekitar. (Ban)