BATANGHARI LEKO – Pemerintah Kecamatan dan UTD Puskesmas Tanah Abang serta Pomkompincam melakukan sosialisasi dan sekaligus mengeksekusi “Bong” atau WC terapung di Desa Tanah Abang Kecamatan Batanghari Leko, Kamis (10/9/2020).

Langkah tersebut dilakukan dalam rangka sebagai target memberi dukungan kepada Pemkab Muba bebas buang air besar sembarangan, guna mencapai Kabupaten Kota Sehat (KKS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Camat Batanghari Leko Tazarni Haitami SSTP mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan arahan dan inisiasi dari Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza yang juga sebagai Ketua Forum Kabupaten Muba Sehat.

“Ini sebagai bentuk dukungan penuh apa yang diinisiasi oleh Ketua Forum Kabupaten Muba Sehat Hj Thia Yufada Dodi Reza Alex Noerdin , menjadi Kabupaten/Kota Sehat tanpa buang air besar sembarangan dipinggir sungai,” kata Camat.

Oleh karena itu lanjutnya, “Pemerintah Kecamatan Batanghari Leko bersama dengan Puskesmas Tanah Abang, melakukan sosialisasi dahulu maksud dan tujuan eksekusi “Bong” atau WC apung di pinggir sungai, sehingga masyarakat paham dan bisa meningkatkan pola hidup bersih dan sehat sesuai tatanan yang telah ditetapkan untuk mendukung Kabupaten/Kota Sehat. Setelah itu barulah kita eksekusi,” imbuhnya.

Terpisah Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza menyampampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kecamatan BHL yang juga merespon langsung turun ke masyarakat untuk mensukseskan Kabupaten Muba Bebas Buang Air Besar tahun 2021.

“Target kita kedepan warga di Muba semuanya dapat merapkan ODF, targetnya 90 persen di tahun 2021, kami berharap kecamatan lain juga ikut menggalakkan ke lapisan masyarakat bawah terkait hal ini,” ujarnya.

Sementara, Ketua TP PKK Kecamatan BHL My Lili Pariati SPi mengatakan, seluruh ibu-ibu juga turut memberi dukungan PHBS yakni dengan cara Tes IVA, sebagai deteksi dini Kanker Serviks.

“Ini dilakukan sebagai deteksi dini terhadap Kanker Serviks di tengah wabah Pandemi COVID-19,” ungkapnya

Kades Tanah Abang, Umri mendukung adanya eksekusi Bong pinggir bantaran sungai, untuk menuju Kabupaten/Kota Sehat.

“Memang tidak mudah hal itu dilakukan, karena harus sosialisasi dulu, meski demikian tetap dilakukan sehingga Kabupaten/Kota Sehat bisa tercapai target,” tandasnya.