Suara Republik News, Tanggamus – Menuai banyak sorotan dari berbagai kalangan, Disdik Tanggamus membantah tak serius menangani persoalan honor 3 tenaga harian lepas (THL) SDN 1 Tiyuhmemon, Kecamatan Pugung.

Kepala Bidang Ketenagaan Disdik, Helpin Rianda menjelaskan, pemeriksaan pada kamis (16/7) lalu baru sebatas meminta keterangan dari Kepala SDN 1 Tiyuhmemon, Nurhayati, seputar honor 3 THL yang selama 5 tahun mengabdi hanya dibayar Rp 200 ribu/3 bulan atau tak sampai Rp 70 ribu/bulan.

Hasil pemeriksaan itu belum ditandatangani Kadisdik, karena memang belum selesai. Dan masih akan dilanjutkan dengan investigasi ke bawah, mendengarkan keterangan pelapor (korban, Red).

Disdik juga melibatkan Bagian Dikdas, untuk melihat seperti apa penggunaan dana BOS, hasilnya baru akan disampaikan ke Kadisdik.

“Nantinya, Kadisdik yang akan memutuskan apakah cukup bukti untuk direkomendasikan ke Inspektorat, intinya kami serius menangani permasalahan itu,” ujarnya kepada Suara Republik News, Jumat (17/7).

“Tadi pagi saya ke SDN 1 Tiyuhmemon, menemui langsung kepsek dan dua guru THL nya, meminta SK pembagian tugas mengajar sekaligus menanyakan honor keduanya,” imbuh Helpin.

Menurut keterangan kepala sekolah kata Helpin, honor yang diterima honorer Dekasilvia Rp 500 ribu/bulan. Sedangkan untuk Denisiska Rp 2 juta/bulan karena merangkap sebagai sopir antar jemput siswa. Keduanya mengamini yang dikatakan kepala sekolah.

Diungkapkannya, dari SK pembagian tugas pengajar, M benar terdaftar sebagai pengajar bidangstadi untuk kelas 1, 2 dan kelas 3. Terhitung 24 Debruari 2015 dan diperpanjang setiap tahun.

“Jadi tidak benar kalau M sebagai penjaga kantin, mengajar menggantikan guru tidak masuk saja,” ujarnya.

Usai dari SDN 1 Tiyuhmemon ia langsung menemui M di rumahnya. M menjelaskan kalau honor yang ia terima Rp 200 ribu/3 bulan.

Bahkan ia menjelaskan atas nama Denisiska cuma sebagai sopir antar jemput siswa, bukan sebagai pengajar.

Untuk pendaftaran Dapodik benar dia diminta Rp 100 ribu, sama dengan kedua rekannya.

Hasil investigasi itu, Helpin menyimpulkan, pernyataan mereka berbeda. Apa yang dikatakan M sesuai dengan apa yang diberitakan Suara Republik News.

“Intinya kami (Disdik) serius menindaklanjutinya, tapi disamping itu kami ada SOP yang harus kami ikuti,” ujarnya.(Suhaili)