Suararepublik.news – Pembangunan infrastruktur digital di Indonesia membutuhkan inovasi dan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan, tujuannya untuk bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Dengan kondisi saat pandemi dan akan memasuki masa new normal, saat ini segala sesuatu sudah berbasis digital dengan memanfaatkan fasilitas teknologi yang membuat semua kehidupan manusia semakin mudah.

Sobat Cyber Indonesia (SCI) mengadakan Webinar yang diselenggarakan melalui channel youtube Sobat Cyber Indonesia Official terkait Infrastruktur Digital Pedesaan menghadapai new normal, bertujuan untuk mendapatan solusi bersama para pakar di bidangnya, Rabu (03/06/2020).

Dihadiri oleh Bapak Budi Arie Setiadi, (Wakil menteri desa pembangunan daerah, tertinggal dan transmigrasi), Bapak Anang Latif, (Direktur Utama BAKTI Kominfo), Bapak Marwan O. Baasir, (Sekretaris Jenderal ATSI), dan Ibu Ariani Djalal, (Penggerak Desa Digital).

Firna selaku ketua umum Sobat Cyber Indonesia mengatakan, “Indonesia memerlukan diseminasi informasi yang berkualitas dan membangun, baik karir maupun karakter. ini hanya bisa cepat dilakukan apabila penyebarannya dengan teknologi Information Communication Technology ICT dengan demikian akan mengembangkan thrive, wawasan dan juga Insight, ketika millenial sukses, dia akan tumbuh jadi pribadi yang bijak atau memiliki wisdom.”

Dalam webinar tersebut Bapak Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa ada 13.577 desa yang belum ada akses internet.

“Masih ada 13.577 desan yang belum mendapatkan akses internet, dan kita terus berupaya untuk menghadirkan internet, sebagai penyelenggara negara yang pemangku kepengtingan untuk mendorong kecakupan digital agar bisa diakses oleh daerah-daerah khususnya desa-desa seluruh Indonesia,” kata Bapak Budi Arie Setiadi.

Bapak Anang Latif mengungkapkan, “hal-hal ini lah yang menjadi persoalan pemerintah untuk mencari solusi tersebut, khusus infrastruktur dari data index, indonesia ranking 111 dari 189 negara, infrastruktur dan konektivitas digital adalah yang utama untuk melaksanakan agenda transformasi digital lainnya.”

“Kami sepakat bahwa dari kominfo perlu menyelenggarakan hal ini, Bakti kominfo akan eksekusi di lapangan, kami masih mendalami persoalan konektivitas digital ini segera selesai sehingga kita beranjak ke transformasi digital berbagai sektor,” tambah Anang latif Direktur Utama Bakti Kominfo

Sekretaris Jenderal ATSI, Marwan O. Baasir mengatakan, “kami berharap dengan pandemi ini pajak PNBP pembayaran di tunda, tujuannya untuk menghidupkan partner mitra lokal dan selanjutnya mempermudah izin masuk ke wilayah redzone untuk memudahkan pemeliharaan dan perbaikan perangkat telekomunikasi, sehingga digitalisasi apps untuk desa, untuk kota, untuk stakeholder semua bisa dilaksanakan.”

Ibu Ariani Djalal selaku penggerak desa digital menyampaikan, “kita perlu menyamakan dulu perspektif gimana membangun desa digital, salah satu hal yg perlu kita hrus waspdai adalah desa itu tidak hanya menjadi satu objek dari industri telekomunikasi itu sendiri.’ “Bapak menteri kominfo sangat antusias ketika membahas infrastruktur sharing, karena kami melihat bahwa infrastruktur sharing itu sebuah keniscayaan, cepat atau lambat kita akan menuju kesitu untuk bisa menjadi negara yang bersaing untuk negara yang lainnya,” imbuh Anang.( Bams )