Suararepublik.news – Menindaklanjuti Surat Edaran Pemkab Tanggamus, No 534/40/2020. Tentang protokol kesehatan pencegahan penularan wabah Covid-19, ditoko moderen dan pasar tradisional, mulai pekan depan Pemerintah Kecamatan Pematangsawa, akan menerapkan protokol kesehatan di pasar tradisional pekon tanjungan.

Kepada Media Suararepublik, Camat Pematangsawa Agus Somad, Via pesan Whatsaap sabtu (6/6) menyampaikan, bersama unsur pimpinan kecamatan (Uspika) dan MUI melakukan sosialisasi penegakan disiplin mematuhi protokol kesehatan Covid-19 di Pasar Tradisional Pekon Tanjungan.

Menurutnya, pihak kecamatan menekankan kepada pedagang, pembeli dan pengunjung pasar, untuk mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, sarung tangan atau mencuci tangan sesering mungkin, menjaga jarak antar pedagang dan tidak berkerumun, katanya.

Dia mengatakan, pedagang dan pembeli di pasar tradisional pekon tanjungan, sudah memakai masker dan menjaga jarak saat bertransaksi, namun ada juga beberapa warga yang masih belum menerapkan protokol kesehatan, secara umum sudah baik, jelasnya.

Agus Somad mengatakan, apabila pekan depan masih tetap bandel, tidak mengikuti sesuai protokol, akan kami suruh pulang untuk mengambil dan mengunakan masker, itu tindakan yang kami ambil.

“Pemerintah Kecamatan Pematangsawa sawa, akan segera memanggil pengelola Pasar tradisional pekon tanjungan, guna dimintai pertanggung jawaban bersama dalam rangka mematuhi protokol kesehatan di pasar yang berlangsung dua kali dalam sepekan, yaitu selasa dan hari jumat itu, tegasnya.

Sebagai implementasi SE, No 535/40/2020. Tgl 2 juni 2020, tentang panduan penyelengaraan kegitan keagamaan dirumah ibadah. Pemerintah Kecamatan Pematangsawa bersama Uspika, juga sudah melakukan sosialisasi di tempat-tempat ibadah yakni di masjid pekon tanjungan dan masjid nurul iman pekon waynipah.

Agar rumah ibadah menjalankan protokol kesehatan, dengan melakukan pembersihan dengan penyemprotan disinfektan,  membatasi jumlah pintu keluar masuk, menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun, handsanitizer, menyediakan alat pengukur suhu badan, menerapkan pembatasan jarak dan mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah, demikian dijelaskan Agus Somad,Ungkapnya(Suhaili)