Jakarta – Gerhana Matahari Cincin akan berlangsung Kamis (26/12/2019) mulai pukul 10.14 WIB. Warga Indonesia yang bisa merasakan momen langka tersebut diimbau untuk belajar tentang sains.

Hal itu diungkapkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), lembaga pemerintahan non kementerian yang menggeluti salah satunya bidang sains antariksa.

Untuk mengajak masyarakat belajar sains, LAPAN menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Gerhana Matahari Cincin. Pusat kegiatannya dipusatkan di lokasi strategis dalam melihat fenomena alam ini, yaitu Kabupaten Siak, Kampung Bunsur, Riau dan Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

“Kegiatan yang akan dilakukan antara lain pengamatan GMC dan edukasi keantariksaan. Untuk melakukan pengamatan LAPAN akan berkolaborasi dengan astronom, ilmuwan di bidang keantariksaan dan komunitas astronomi (dalam dan luar negeri). Pengamatan ini untuk melihat pengaruh fenomena gerhana matahari cincin ke Bumi,” tutur Kepala Bagian Humas LAPAN Jasyanto dalam siaran persnya.

Sedangkan untuk kegiatan edukasi keantariksaan, LAPAN akan menghadirkan mini planetarium, talkshow seputar fenomena gerhana matahari cincin, pameran hasil litbang LAPAN, pemutaran film sains dan sosialisasi ke beberapa sekolah dan perguruan tinggi.

Selain itu, LAPAN juga berkolaborasi dengan Ristekdikti untuk menghadirkan workshop teropong lubang jarum untuk 100 peserta serta pameran fotografi gerhana matahari dan camera obscura.

Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, diketahui LAPAN bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Siak dan Pemerintah Kota Singkawang dengan diselenggarakannya berbagai kegiatan lainnya seperti pertunjukan musik, bazar, kuliner, tabligh akbar, sholat gerhana berjamaah dan pengamatan GMC serta pemecahan rekor MURI untuk kaca mata gerhana terbesar yang akan berlangsung di Kampung Bunsur, Kabupaten Siak.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gerhana Matahari Cincin akan menyapa Indonesia. Kabupaten Siak dan Kota Singkawang jadi lokasi yang tepat untuk menyaksikan detik-detik Matahari ditutupi piringan Bulan secara tidak sempurna, di mana hal itu menghasilkan bentuk menyerupai cincin.

Sedangkan, lokasi lainnya di Indonesia masih bisa merasakan gerhana Matahari ini. Namun bedanya yang tampak bukan Gerhana Matahari Cincin, melainkan Gerhana Matahari Parsial. ( M )