Nias, suararepublik.news – Praktisi Hukum dan juga sebagai Ketua Umum Yayasan LBH Masyarakat Peduli sekaligus sebagai Pimpinan Kantor Hukum (law office) APERIUS GEA S.H.,M.H dan Rekan, menanggapi kehebohan pemberitaan, tentang penganiayaan yang dialami oleh seorang perempuan berinisial Liti Gea, yang terjadi di Pasar Gambir Tembung Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang.

Atas kejadian tersebut, Liti Gea membuat Laporan Polisi di Polsek Percut Sei Tuan, dan saat yang bersamaan terduga pelaku penganiayaan kepada Liti Gea berinisial BS juga membuat Laporan Polisi di polsek Percut Sei Tuan, dengan terlapor Liti Gea,” Rabu, 13/10/2021.

Liti Gea dengan BS kedudukannya di depan hukum sama, artinya tidak ada yg diistimewakan. Karena setiap warga atau orang yang mengalami tindakan perbuatan melawan hukum berhak mencari keadilan atau kepastian hukum,” Ujar Aperius Gea.

Lanjutnya, Kepolisian Negara RI adalah bagian dari institusi penegak hukum, selain melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat  juga sebagai Penyelidik dan Penyidik. Tentunya sebagai Penyelidik dan Penyidik tetap dan harus mempedomani KUHAP serta Peraturan lainnya dan Azas Praduga Tak Bersalah.

Berilah kepercayaan kepada penyidik Kepolisian Republik Indonesia biar bekerja semaksimal mungkin,karena penyidik kepolisian bukan pemutus dan bukan juga pemuas,” Tuturnya.

“Menanggapi proses penyelidikan dan penyidikan atas Laporan Polisi sdri Liti Gea atau sebaliknya, Aperius Gea kepada Lintaswarta mengatakan, terkait penganiayaan tersebut dimana sama – sama membuat laporan polisi atau laporan sanding pada hari yang sama dan kejadian yang sama dan di kantor polisi yang sama yaitu di polsek Percut Sei Tuan. Sesuai dengan aturan baik Perkap dan juga KUHAP, setiap laporan atau pengaduan yang di terima oleh kantor polisi melalui SPKT wajib di proses dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan .

Apabila penyidik telah mengumpulkan bukti minimal 2 alat bukti terpenuhi, maka penyidik berwenang menetapkan TERSANGKA kepada Terduga atau seseorang, tetapi bukan dalam arti Status Tersangka itu sudah di nyatakan bersalah, tapi masih praduga tak bersalah. Karena seseorang di nyatakan bersalah hanya putusan Pengadilan,” Tuturnya.

Makanya kita berhati hati mengeluarkan pendapat, apalagi menyalahkan penyidik tanpa ada putusan pengadilan.

“Mengenai status Tersangka kepada Liti Gea, saya rasa itu hal yang wajar di dalam proses hukum karena yg menetapkan status tersangka tersebut adalah Penyidik, namun kita sebagai warga negara indonesia yg patuh dan taat atas hukum harus kita hormati, di dunia hukum ada yg namanya pembelaan atau membela diri atau dalam bahasa hukum “Noodwer (Pembelaan Darurat) diatur dalam Pasal 49 KUHP, menurut R.SOESILO suatu peristiwa pidana disebut Noodwer jika memenuhi 3 unsur yaitu:
1.Perbuatan yang dilakukan itu harus terpaksa untuk mempertahankan (membela).
2.Pembelaan atau pertahanan itu harus dilakukan hanya terhadap kepentingan-kepentingan yang disebut dalam pasal itu ialah badan, kehormatan dan barang diri sendiri atau orang lain.
3.Harus ada serangan yang melawan hak dan mengancam dengan sekonyong-konyong atau pada ketika itu juga,” Paparnya.

Kemudian siapa yang dapat menentukan apakah suatu perbuatan itu tergolong Noodwer atau tidak, apakah oleh penyidik Kepolisian, atau Penasehat Hukum atau Jaksa atau Hakim atau Pengamat Hukum atau masyarakat luas,” Ungkapnya.

“Maka menurut hemat saya jika terdapat suatu perbuatan yang mendekati atau dapat digolongkan Noodwer, alangkah lebih bijak jika penyelidik selain telah mendapatkan 2 alat bukti atau lebih juga mengutamakan mengambil keterangan 1 atau lebih Ahli Pidana agar lebih jelas dan meyakinkan dalam menentukan suatu perbuatan itu dapat ditingkatka…