Suararepublik.news – Memaknai hari lahir pancasila di era digital saat ini tentunya memiliki perbedaan dari era sebelumnya saat ini kita semua sudah bisa memaknai nilai – nilai pancasila dengan sikap dan pemikiran yang terbuka.

Sebagai generasi muda tentu kita harus mampu bertahan dan unggul disegala kondisi, ditengah pandemi covid – 19 yang sedang kita alami, semoga masyarakat dan juga generasi millenial mampu memanfaatkan ruang digital dengan sebaik – baiknya. Ujar Firna Selaku Ketua Umum Sobat Cyber Indonesia, dalam Webinar yang diselenggarakan melalui chanel Youtube Sobat Cyber Indonesia Official Selasa 2/6/20.

Acara tersebut dihadiri oleh Bapak. Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P (Kepala Staff Kepresidenan Republik Indonesia). Bapak Komjend. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H Kepala BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Bapak. Aris Heru Utomo (Dir. Sosialisasi Komunikasi dan jaringan BPIP).

“Hasil survey dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet 2017 jenis hoaks yang sering diterima, pertama dari sosial politik 91.8%, sara 88,6% makna nya kita mesti prihatin, kenapa energi kita tidak dihabiskan diluar sektor secara politik, dan ini cukup seksi dan menarik, karena dari situ kita mudah mengadu orang” Ujar Jenderal TNI Purn H. Moeldoko.

Dukungan terhadap pancasila terus tergerus, teknologi informasi mendistrupsi relasi negara, radikalisme menjadi gejala global yang mengancam eksistensi bangsa demokrasi dan kemanusiaan, keterbukaan informasi global menyebabkan pancasila menghadapi tantangan oleh ideologi global, pancasila berkontestasi dengan ideologi global.

“secara filosofis pancasila tidak ada yang salah, tapi begitu dioperasionalkan oleh para pejabat khususnya maka itu menjadi peragakan publik yang sangat serius.” Tambah Moeldoko.

Saya sangat berharap BPIP bisa memanfaatkan media dengan sebaik – baiknya yang sejalan dengan apa yang diinginkan dari anak – anak muda dan masyarakat indonesia yang mudah dipahami, mudah di implementasikan, mudah dijalankan. Karena rasa nasionalisme masih sangat tinggi, anak – anak muda menjadi kebanggaan tersendiri untuk negara nya. Tanpa ideologi yang kuat tidak ada negara yang kuat.

Dengan ideologi yang kuat, negara ini menjadi besar” Ujar Jenderal TNI Purn Moeldoko dalam acara Webinar.

Seperti yang dijabarkan oleh Bapak Komjend Pol Boy Rafli Amar, bahwa Pancasila sebagai moral publik bangsa indonesia, pancasila sebagai acuan bersama. Karena untuk meredam radikalisme adalah pancasila tidak ada lagi.

“Pancasila mengusung nilai – nilai keadilan dan kemanusiaan jadi kita semua diajarkan bagaimana kita menghormati martabat manusia, bagaimana kita mengusung nilai – nilai budaya bangsa indonesia. Pancasila mengajarkan kita untuk bersatu ditengah perbedaan persatuan indonesia.” Ujar bapak boy rafli amar.

“Ada tantangan besar untuk generasi milenial karena tranformasi nilai hari ini di era keterbukaan teknologi informasi. Transformasi global itulah yang artinya merusak tatanan pikiran orang yang mengarah akhirnya berpikir ke radikal tersebut. dan para penyebar isu – isu radikalisme menggunakan media soisal, mereka sangat paham sadar media mereka menggunakan spirt of radikalism itu dengan menggunakan medsos”  Tambah nya.

Direktur sosialisasi, komunikasi dan jaringan BPIP, Aris Heru Utomo, bahwa tantangan diera global lebih meluas salah satunya penggunaan internet dan juga komposisi pengguna media sosial lebih banyak untuk menggunakan unsur – unsur politik dan sara dan tidak terlepas persaingan ideologi – ideologi yang berkembang saat ini.

“Melakukan pendekatan, baik melakukan pendekatan formal, non formal maupun informal, intinya mencoba menggunakan semua kanal dengan cara – cara kekinian untuk mensosialisasikan menanamkan nilai nilai pancasila didalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara”. Ujar Direktur Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP. (Bams)