Maluku/P.Buru SuararepublikNews.co-Raja petuanan Kaiely (Abdullah Wael) bersama Sejumlah pemangku adat, berharap pemerintah Kabupaten Buru dan pemprov maupun pemerinta pusat agar segera membuka kembali akses pertambangan di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.demi kesejatraan masarakat adat se petuanan kayeli dengan adanya dampak tutupnya tambang Gunung botak maka terjadinya anak anak kami gagal melanjutkan kuliah.”Raja

Lanjut ,Abdullah Wael (Raja petuanan Kaiely) dalam pembicaraan bersana tokoh” adat menyampaikan, tambang Gunung Botak sebetulnya sudah mendapatkan izin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dari Pemerintah Daerah sejak tahun 2013 dengan luas lahan sebesar 250 hektare (ha). Namun, hingga kini, tambang tersebut tidak pernah dioperasikan sebagaimana mestinya.ungkapanya

“Raja bersama pemangku-pemangku adat meminta secepatnya untuk pemerintah pusat agar segera membuka kembali tambang emas gunung botak karena hal itu akan memperbaiki sektor perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak penyebaran virus corona atau covid-19.saat ini.”Tegas Raja

Lanju Raja “Kami selalu mendukung program pemerintah sehingga kami yakin dan percaya, pemerintah sebagai pemegang mandat rakyat yang mengelola keuangan negara pasti mampu, menemukan solusi jitu untuk masyarakat adat petuan kaiely dan sekitarnya.

Menurut “Raja Kondisi ini tentu membuat ekonomi masyarakat akan terpuruk. Namun, di balik kondisi ini masyarakat bisa mencari penhasilan di sekitar tambang ,untuk membantu perekonomiannya agar tetap tangguh di tengah badai keras yang menghantam sendi kehidupan masyarakat adat.

Maluku (I.w)