OLEH : Drs. M.Siringoringo,M.Pd.koordinator Pendidikan  DPP Akrindo & Kabiro  Jakarta -Timur Media nasional “Suara Republic new”,

Manusia dalam hidupnya menginginkan ketentraman dan keharmonisan. Ketentraman dan keharmonisan dapat terwujud apabila adanya sikap patuh pada norma-norma yang berlaku, tetapi pada kenyataannya norma-norma yang berlaku belum sepenuhnya dipatuhi karena masih banyak terjadi penyimpangan. Penyimpangan diartikan sebagai tingkah laku yang menyimpang dari tendensi sentral atau ciri-ciri karakteristik rata-rata dari rakyat kebanyakan/populasi (Kartono, 2015: 11).

Penyimpangan sosial yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dapat berupa pencurian, penyalahgunaan miras, penyalahgunaan narkotika, perjudian, perilaku seks bebas, kriminalitas, dan lain sebagainya.  Kecamatan Pegagan Hilir dan kecamatn lainnya,Baru- baru ini diberitakan bahwa  maraknya judi togel  di pelosok /desa – desa seperti di Kecamatan Sumbul, Kecanatan Tanah Pinem, Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi .

Penyimpangan sosial yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dapat berupa pencurian, penyalahgunaan miras, penyalahgunaan narkotika, perjudian, perilaku seks bebas, kriminalitas, dan lain sebagainya.

Berbicara tentang penyimpangan sosial juga terdapat penyimpangan sosial yaitu tindakan perjudian. R Soesilo (dalam Martha 2009: 51) menjelaskan pengertian judi (hezard) tidak hanya dalam arti sempit, tetapi juga judi (hezard) dalam arti luas. Dalam arti sempit permainan judi (hezard) adalah segala permainan jika kalah menangnya orang dalam permainan itu tidak tergantung pada kecakapan, tetapi melulu hanya tergantung pada nasib baik dan nasib sial saja. Dalam arti luas yang termasuk permainan judi (hezard) juga segala permainan yang pada umumnya kemungkinan untuk menang tergantung karena kebetulan atau nasib, biarpun 2 kemungkinan untuk menang itu bisa bertambah besar pula karena latihan atau kepandaian pemain. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia merupakan kristalisasi nilai-nilai sosial bangsa Indonesia yang diyakini kebenarannya serta menimbulkan tekad untuk mewujudkannya.

Hal tersebut berarti bahwa setiap tingkah laku seseorang sebagai bangsa Indonesia harus dijiwai dan merupakan implementasi sila-sila Pancasila. ). Secara hukum, tindakan perjudian jelas dilarang. Berdasarkan Pasal 303 KUHP dan Pasal 303 bis KUHP Jo. UU No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian dinyatakan, bahwa semua bentuk perjudian adalah kejahatan. Selain itu, pernyataan tersebut diperkuat dengan adanya PP No. 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan UU No. 7 Tahun 1974 yang ditujukan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah agar melarang atau mencabut izin perjudian dalam bentuk dan tujuan apapun. Semua peraturan tersebut dianggap sebagai perangkat hukum yang jelas untuk melarang kegiatan perjudian. Namun  dalam prakteknya aturan tesebutbelummampu diimplementasikan  dengan  baik dimasyrakat.Akibatnyaperjudian bukannya berkurang namun kian tumbuh subur ditengan masyarakat

Penulis menyurati Kapolres Dairi agar menggunakan kewenanaganny untk memberantas judi togel yang semakin marak di pelosok Kabupaten Dairi. Diduga ada oknum yang membackup para bandar besar togel.ini dibuktikan dari pernyataan warga yang melihat maraknya togel tersebut, sangat pesimis  atau tidak yakin  kegiatan judi togel dapat  atau ditindak. Jawaban Kapolres Dairi  FS.Ginting  atas surat penulis :” Terimakasih informasinya pak,  kami dalami  untuk dilidik dan saya teruskan kekasat reskrim” ujarnya.

Perjudian togel merupakan bentuk permainan totoan (taruhan) gelap yakni bentuk permainan dengan bertaruh uang dengan menebak nomor-nomor yang akan keluar (Kartono dalam Suwartiningsih, 2015: 178). Maraknya perjudian togel juga tidak terlepas dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang turut mempengaruhi. Seperti dalam penelitian Azania, (2013) mengatakan, dalam permainan judi togel terdapat pemanfaatan teknologi yang diterapkan oleh “karyawan” bandar, dengan cara menjalankan judi togel menggunakan teknologi internet. Sistem perjudian togel tidak dijual langsung pada masyarakat, namun melalui bandar judi wilayah yang terhubung dengan bandar judi utama lewat internet.Sungguh sangat memprihatinkan dan sangat tidak mendidik masyarakat,mengharapkan penghasilan yang tidak jelas.kita mau lihat respon Kapolres Dairi dalam menangani judi togel yang tidak edukatif inim khususnya di pelosok Kabupaten Dairi.

Ketentuan Hukum Mengenai Perjudian Togel

kitab Undang-undang Hukum Pidana yakni sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1947 Tentang Penertiban Perjudian
Pasal 1
Menyatakan semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan.
Pasal 2
1) Merubah ancaman hukuman dalam Pasal 303 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum
Pidana, dari Hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda
sebanyak-banyaknya sembilan puluh ribu rupiah menjadi hukuman penjara selama-
lamanya sepuluh tahun atau denda sebanyak-banyaknya dua puluh lima juta rupiah.
2) Merubah ancaman hukuman dalam Pasal 542 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum
Pidana, dari hukuman kurungan selama-lamanya satu bulan atau denda sebanyak-
banyaknya empat ribu lima ratus rupiah, menjadi hukuman penjara selama-lamanya
empat tahun atau denda sebanyak-banyaknya sepuluh juta rupiah.
3) Merubah ancaman hukuman dalam Pasal 542 ayat (2) Kitab Undang-undang Hukum
Pidana, dari hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-

banyaknya tujuh ribu lima ratus rupiah menjadi hukuman penjara selama-lamanya enam
tahun atau denda sebanyak-banyaknya lima belas juta rupiah.
4) Merubah sebutan Pasal 542 menjadi Pasal 303 bis.
2. Pasal 303 KUHP Tentang Tindak Pidana Perjudian
Pasal 303
1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling
banyak dua puluh lima juta rupiah, barang siapa tanpa mendapat izin:
· Dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi
dan menjadikannya sebagai pencaharian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu
kegiatan usaha itu;
· Dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum
untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta dalam kegiatan usaha itu, dengan

tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau
dipenuhinya sesuatu.