Sekelumit perbincanagan lewat WA  dengan lurahPondok Kopi yang super sibuk Lurah  Pondok Kopi Rasikin  tidak dihargai.

Jakarta, Agustus 2010, Suara Republik News, Dari Tanggal 12 Agustus 2020 hingga saat ini Rasikin Lurah Pondok Kopi belum mau melayani Pers, ( Suara Republik News- red), Barulah  Tanggal 29 Agustus dapat diterima itupun dengan tergopoh-gopoh karena super sibuknya,sangkin sibukya belum semua pertanyaan terjawab malah disuruh chek keorang yang bersangkutan meskipun dia tau karakteristik orang yang mau ditanyakan sebab warganyasendiri katena hari sebelumnya sudah pernah bertemu/berdialog.

Ada banyak hal yang sangat krusial  diwilayah kekuasaannya yang mau dimintai konfirmasi.

Sesuai surat Suara Republik News, Biro Jakarta Timur, Nomor, 103/SRN/Konf/VIII/2020 tertanggal 12 Agustus 2020 tentang: Maraknya Penyewaan lahan tanpa ijin pemilik lahan, Disamping itu, masih ada hal yang sangat krusial lagi yaitu: Lingkungan BKT  Pondok Kopi tampak kumuh tidak terawat. Karena super sibuknya lurah ini sampai-sampai tidak sempat melayani Pers.

Hingga suatu Ketika wartawan media ini mengejar ke lokasi RW.04 Pondok Kopi, saat melakukan Penyemprotan Dispektan karena RW.04 dinyatakan zona merah, sebab ada 14 warganya yang terpapar covid-19, bahkan sempat minta waktu  untuk berbincang  sebagaimana isi surat yang dikirimkan kepadanya   , namun tidak digubris. Pernah wartawan media ini menunggu di kantornya Kamis 27 /8/’20 mulai jam 07.40, ternyata  dia tidak ke kantor dulu, dari stafnya mengatakan langsung ke  Rapat PKL   BKT audiensi dengan para koordinator ( WA nya jam 10.13).

Tejadi dialog melalui WA, Padahal jurnalis sudah membatalkan  wawancara dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena sudah janji akan ketemu dengan Lurah ini. Hingga wartawan bilang berarti bagi Pak lurah tdk Penting Pers. Karena lurah menjawab “ semua saya ayomi, saya paham mana lebih penting”  wartawan itu punya target pemberitaan. Seyogianya Lurah tau memanage waktu dengan baik, sehingga semua dapat  terakomodir, tidak ada yang dikesampingkan/ diabaikan.

Ketika Lurah Rasikin mengundang  kuasa hukum  Ahli waris Miin bin Amit, Malkam Associates serta saksi fakta lapangan  H.Kemis dan H.Marki dalam mediasi  antara  Pemilik lahan ahli waris Simar bin Amit dengan orang yang menjual dan  mengontrakkan tanahnya tanpai ijin darinya Tapi tidak semua datang, warga yang berkepentingan tidak menghargai Lurah untuk memediasi persoalah tersebut.

Tanah dimaksud berada diwilayah kekuasaan Rasikin Lurah Pondok Kopi yaitu Rawadas  RT.02/RW.03 kelurahan Pondok Kopi.

H.Munalih dan isterinya merasa membeli  4180 meter Tahun 1992 Dengan Akte Jual Beli (AJB) dari H.Marki, Disisi lain Hj.Rosdiati,SH,MH akan menempuh  jalur hukum atau memperkarakan  ke Pengadilan, kalo tidak bisa duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini. Sedangkan Kasatpel  TPU Pondok Kelapa Jakarta TImur Effendi Sianturi menjelaskan , akan menata dan mengecek kembali batas-batas  yang sudah dibebaskan  serta yang belum dibayar Pemerintah DKI Jakarta, hari itu tidak ada  keputusan karena pihak terkait tidak hadir semua. Akhirnya disepakati  agar tanggal 16 Agustus  2020 para pihak segera turun ke TKP untuk mengechek lokasi dengan membawa bukti phisik masing-masing seperti Surat-surat, Sertifikat, AJB dll. ( hal ini jugalah salah satu yang ingin dikonfirmasi  wartawan SRN kepada Rasikin-red),  Namun hasilnya dijawab Tidak tahu. Sebagai Penguasa di Kelurahan Pondok Kopi, seyogianya, Lurah dapat mengayomi pihak-pihak yang bersengketa untuk memperoleh Penyelesaian secara kekeluargaan. Disamping itu S bin Amit, mengatakan  ada orang yang mengontrakkan lahannya 3000 meter  dengan Girik 334 kepada , bos Atma pengepul barang bekas. Melalui sebuah kesepakatan  yang ditanda tangani 2020 hingga 12 Januari 2023 dengan sewa sebesar Rp. 27.000.000 selama 3 Tahun. yang ditanda tangani  tanggal 12 -1-2020 .

Inipun Lurah Rasikin menjawab tidak  tau. Ditanya ,Apakah yang mengontrakkan tanah ahli waris ini merupakan warga Pak Lurah, dijawab tidak tau, kebetulan Lurah didampingi Ketua RT, 02/Rw.03, menjelaskan bahwa Lokasi sengketa ada di RT.05/RW.03.Sementara  penerima uang kontrak  sebesar RP. 27.000.000,00.-  adalah H.Kemis dan saksi Jahrudin berada di Rt.02/Rw.03.

Kwitansi pembayaran kontrak lahan dan surat pejanjian kontrak tanah

Mereka membuat pernyataan  mengontrak lahannya selama 3 tahun  yang menyewakan lahan itu adalah J alias B, Haji K dan anaknya  berinisial R. (hal ini  juga termasuk  yang . ada main matakah pemerintah setempat?, kemana Lurahnya  ?

Inipun Lurah Rasikin menjawab tidak  tau. Ditanya ,Apakah yang mengontrakkan tanah ahli waris ini merupakan warga Pak Lurah, dijawab tidak tau, kebetulan Lurah didampingi Ketua RT, 02/Rw.03, menjelaskan bahwa Lokasi sengketa ada di RT.05/RW.03.Sementara  penerima uang kontrak  sebesar RP. 27.000.000,00.-  adalah H.Kemis dan saksi Jahrudin berada di Rt.02/Rw.03.

Kwitansi pembayaran kontrak lahan dan surat pejanjian kontrak tanah

Mereka membuat pernyataan  mengontrak lahannya selama 3 tahun  yang menyewakan lahan itu adalah J alias B, Haji K dan anaknya  berinisial R. (hal ini  juga termasuk  yang . ada main matakah pemerintah setempat?, kemana Lurahnya  ?

Banjir Kanal Timur (BKT) Pondok Kopi sangat Kumuh tidak terpelihara.

Jalur BKT  yang dipenuhi Pedagang rongsokan  ban bekas dan Truk Tronton  yang bertonase tinggi, Dok : AK. Dari Aspirasui Publik.