Suararepublik.news, Tulungagung – 24/08/2021,,Kurangnya Transparansi anggaran  dari Lurah Botoran banyak RT dan Warga  nyatakan sikap tak ingin lanjutkan jaga posko siaga covid-19. Misalnya anggaran Snack dan Minum ditambah lagi warga juga diharuskan jaga malam mulai  jam 20.00 wib sampai 22.00 tanpa anggaran yang jelas  selama tiga bulan dimulai bulan Agustus, September, Oktober.

Andri Salah satu Ketua RT 1 RW 4  di dampingi RT lainnya memberikan pernyataan ” Jadi Setiap Hari Itu ada piket Jaga Posko Delapan Orang dimulai jam delapan malam sampai jam sepuluh malam, akomodasi yang diberikan kepada warga dari Kelurahan berupa Snack Dan Minum dengan estimasi harga tujuh ribu rupiah yang pernah disampaikan Pejabat Kelurahan. Namun mamin yang diberikan tak sesuai dengan anggaran yang disampaikan tersebut.

 Hargai juga kami selaku warga yang berjuang, sebenarnya dengan adanya Posko ini kurang setuju walaupun delapan orang namanya tetap bergerombol” ucapnya

 RT juga menambahkan pernyataannnya lagi bawasannya “Bukan hanya itu ternyata sebenarnya Info Anggaran mamin tersebut sebenarnya sepuluh ribu rupiah dan perihal tersebut sudah kita pertanyakan Kepada Lurah dan diakui benar bawasannya anggaran mamin tersebut sepuluh ribu dipotong pajak. Untuk jumlah RT Kelurahan Botoran sendiri dua puluh enam untuk per RT yang jaga delapan Orang, angaran mamin perorang sepuluh ribu di potong pajak seperti halnya yang disampaikan Lurah. Anggaran tersebut dikalikan 3 Bulan dan mamin yang diberikan seperti itu” tambahnya RT

Saat Dikonfirmasi (24/08) Priyo selaku Lurah Botoran membenarkan terkait anggaran Makan dan Minum tersebut.” Anggaran tersebut sepuluh ribu rupiah dipotong pajak untuk cathering kita kerjasama dengan Fatma Perumahan dekat Botoran sini, jadi anggaran tersebut yang kita belanjakan delapan ribu rupiah untuk mamin dan yang mengirim makanan tujuh ratus limah puluh rupiah, disini akan tetap menggunakan Fatma karna sudah komitmen, karna Progam ini Utusan Camat Dan Bupati. Karena camat disini adalah PA Pengguna Anggaran” ucapnya

Bahkan beliau juga tidak menyangkal adanya cash back dari pihak catering atas adanya hal tersebut

Menutup pernyataannya Lurah Botoran juga sempat  menyindir beberapa Lurah terkait kinerja dalam mengelola kelurahannya masing-masing.  “Coba itu dilihat kinerja Lurah Kauman Lurah,Karangwaru atau lainnya bagaimana nanti cara penyampainnya terbuka atau tidak, apalagi seperti kinerja Lurah Kauman kalau bagus saya akan mencontohnya” pungkas Priyo….Yps/Kbt