Suara Republik.News – Sejak pandemi virus Covid-19 merebak, setiap daerah termasuk kabupaten Muba sudah terkena dampak perubahan ekonomi secara signifikan.Meskipun Muba sendiri belum ada kasus positif terjangkitnya virus ini, namun kebijakan sosial distancing telah diterapkan sehingga berpengaruh terhadap sektor perekonomian masyarakat.Menghadapi dua problem inilah Pemkab Muba berupaya membuat program Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang khusus menyasar masyarakat menengah ke bawah dengan berupa bantuan tunai dan non tunai.Program ini sendiri baru diluncurkan dan bekerjasama dengan Ikatan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK).Bupati Muba, Dodi Reza Alex mengatakan, saat ini pihaknya tengah menghadapi dua perperangan yakni dari sisi kesehatan memutus mata rantai penyebaran virus Corona lalu mengcover perekenomian warga yang terdampak.

“Bukan hanya memberantas dan mencegah penyakitnya saja. Tapi juga bagaimana kita menyediakan JPS secara kontinyu kepada masyarakat sehingga masyarakat yang terdampak ini bisa diminimalisir,” ujarnya saat peluncuran program JPS dan penyerahan 1100 paket sembako di halaman Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Jumat (3/4).

Lanjutnya, JPS tersebut diberikan secara simbolis ada beberapa keluarga yang menerima bantuan sembako.Nanti setelah mata anggaran ini dikeluarkan Perbup dan dialokasikan, maka bantuan tersebut bisa jadi padat karya bantuan tunai, bantuan non tunai seperti dari yang dibagikan hari ini yakni sembako.

“Termasuk juga memberdayakan usaha kecil, kemudian para peternak di desa, petani karet kita berikan juga JPS sehingga bisa berfungsi dengan anggaran yang ada,” jelasnya.

Dodi pun mengucapkan banyak terimakasih kepada jajaran IKAPTK Kabupaten Muba, karena yang berinisiatif menunjukkan kepedulian kepada masyarakat golongan pekerja harian informal.

Menurutnya program JPS ini untuk meminimalisir dampak secara ekonomi akibat pandemi virus Corona.

“Alhamdullilah pembagian sembako kepada masyarakat yang terdampak akibat wabah virus Corona, bisa diberikan langsung kepada warga golongan paling bawah, buruh harian lepas, pekerja harian non formal seperti kuli bangunan dan pedagang kaki lima tukang ojek dan becak yang ada di 4 keluarahan dalam Kota Sekayu,” ucap Dodi.

Dirinya juga telah menginstruksikan jajaran Pemkab Muba untuk mendata warga masyarakat, untuk mendapatkan bantuan tunai dan non tunai guna meringankan beban masyarakat selama Covid-19. Langkah awal, kata Dodi, berupa bantuan sembako dari pemerintah bersama IKAPTK Kabupaten Muba. “Kepada seluruh masyarakat Bumi Serasan Sekate saya imbau agar tetap menjaga kesehatan, terapkan PHBS ( Pola Hidup Bersih dan Sehat), tetap beribadah, jangan keluar rumah jika tidak terlalu mendesak,” imbaunya.

Usai menyerahkan bantuan secara simbolis, Dodi juga langsung turun ke lapangan menyisir ke rumah warga di sekitaran kelurahan balai agung Kecamatan Sekayu dan langsung mampir ke rumah warga kurang mampu. Sembari menyerahkan paket sembako, Dodi pun sempat menenangkan warga.

“Tetap semangat, bersabar dan jaga kesehatan dan mari kita bersama mencegah penyebaran covid 19 ini dan mengikuti imbauan protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah. Bantuan Bantuan ini memang belum banyak dan tentu belum cukup. Namun akan terus berlanjut selama wabah Covid19 masih terjadi,” jelasnya.

Salah satu warga penerima sembako, Rudy menyampaikan ucapan terimakasih atas kepedulian Pemkab Muba dan IKAPTK Muba telah memberikan bantuan sembako di tengah dampak wabah virus Corona ini.

“Terimakasih Pak Bupati atas bantuan sembako ini, kami warga golongan rendah sangat merasakan dampak dari wabah corona ini. Ekonomi kami menurun, kami dari tukang ojek dan ada juga pedagang kaki lima dan tukang becak buruh harian lepas sangat merasakan dampak dari wabah corona Atas kebijakan menjaga jarak dan tidak keluar rumah, semoga wabah corona ini segera berakhir,” ucapnya.(ril)