Kab Tangerang.suararepublik.news – Salah satu program unggulan Bupati Tangerang yang di canangkan oleh Zaki-Ombi dari 15 Unggulan adalah Gerakan bersama rakyat berantas pemukiman kumuh dan miskin ( Gebrak Pak Kumis ).

Dengan hadirnya program Gebrak Pak Kumis ini tentunya pemukiman pun akan semakin layak di huni masyarakat akan sehat dan jauh dari penyakit.

Tapi sangat ironis dan pilu yang di rasakan oleh salah satu warga Desa Laksana sebut saja Iwan berusia 64 tahun yang tinggal di kampung Periuk Rt:02/03 Desa Laksana Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang Banten.

Keluarga Iwan keseharianya bekerja sebagai pemulung barang bekas (rongsokan) dengan penghasilan perhari berkisar Rp:30.000 (Tiga puluh ribu rupiah) dan tinggal di gubuk reot bersama istrinya dan ke 2 anaknya yang sehari harinya makan dari hasil memulung,sungguh sangan memprihatinkan dan sangan memilukan kehidupan Keluarga Pak Iwan.

Kehidupan Pak Iwan warga Desa Laksana bertolak belakang dengan peraturan Provinsi Banten Nomor 5 tahun 2019 tentang penanganan kemiskinan di Provinsi Banten dan termasuk Gebrak Pak Kumis program bedah rumah yang mana salah satu program.yang di unggulkan Bupati Tangerang untuk menuju Tangerang yang Gemilang.

Saat Team  Aktivis LSM LIPAN HAM menyambangi ke kediamanya pada Bulan  Pebruari 2021 yang lalu,Iwan menuturkan,kami tidak pernah dapat Bantuan program Bedah Rumah,keadaan rumah kami seperti ini,kalau musim penghujan bocor kami pun tetap sabar kehidupan kami seperti ini,saya berharap agar pihak pemerintah dapat memperhatikan kami,tuturnya,

Sementara,Nursandi,Aktivis Ketua LSM LIPAN HAM angkat bicara,Saya sungguh sangat prihatin adanya warga Desa Laksana kehidupannya seperti ini,mestinya pihak Desa Laksana dan Kecamatan Pakuhaji harus mengetahui masyarakat sekitar sehingga tidak terjadi seperti ini di kalangan masyarakat sekitar,,Seharusnya Camat Pakuhaji dapat menjalankan program pemerintah dengan baik sebagaimana yang tertuang dalam Oerturan Daerah Provinsi Banten u nomor 5 tahun 2019 tentang Penanganan Kemiskinan,” ujarnya.( Fredy).