Suararepublik.News – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari di Kota Tangerang Seatan (Tangsel) akan segera berakhir pada 1 Mei 2020. Namun, bagaimana dengan realisasi Bantuan Sosial (Bansos) kepada penduduk rentan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar pangan secara mandiri selama pelaksanaan PSBB.

Seperti di daerah-daerah lain, di Kota Tangsel ada tiga sumber anggaran terkait Bansos sebesar 600 ribu rupiah per Kepala Keluarga (KK), yakni dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial (Kemensos) dengan kuota penerima sebanyak 75.916 KK, lalu kuota dari Bantuan Pemerintah Provinsi Banten 10.924 KK, dan kuota dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel sebanyak 40.500 KK.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, mengatakan Bansos dari Kemensos dengan total kuota sebanyak 70 ribu KK direncanakan cair pada 4 Mei 2020 mendatang. Sedangkan untuk Bansos dari Pemprov Banten dengan kuota sebanyak 20 ribu KK masih dalam proses tahap pembuatan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Tadinya 21 April akan cair, lalu mundur di Tanggal 24 April, dan mundur lagi katanya Tanggal 4 Mei itu akan turunnya. Provinsi juga mengeluarkan kebijakan, kita mendapatkan kuota sekitar 20 ribuan kk, yang baru kita setorkan 10 ribuan KK, on proses dan itu sudah diterima, dan sekarang sedang tahap untuk membuat ATM nya,” kata Airin, saat giat menerima bantuan dari Bank BRI, di Balai Kota Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Rabu (29/4/2029).

Dikatakan Airin, Bansos yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangsel hingga saat ini belum digunakan. Sebab, dari data penerima Bansos yang telah dikumpulkan, masih dapat ditanggulangi dari dana Bansos Kemensos dan Bansos dari Pemprov Banten.

“Sambil nunggu tanggal 4 dari Kemensos itu cair, insya Allah minggu ini untuk 10 ribu pertama, data yang pernah masuk ke kita, data yang awal sekali, itu yang akan kita bantu. Salah satunya bantuan dari BRI, Kemenkumham, beberapa program baznas juga sudah menyiapkan 3 ribu bantuan Sembako. Terus juga dari program Corporate Sosial Responsibility (CSR) lainnya, yang Insyallah kita akan salurkan pada hari Jum’at, sambil nunggu bantuan dari Kemensos maupun bantuan dari Provinsi Banten,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman, menjelaskan mengenai kriteria penerima Bansos adalah warga yang tidak punya penghasilan atau gaji pokok, mata pencaharian tetap, yang sulit memenuhi kebutuhan dasar.

Lebih lanjut, Wahyunoto memastikan setiap penerima Bansos, hanya menerima bantuan dari salah satu sumber dana Bansos, sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) masing-masing sumber anggaran Bansos.

“Kalau yang di intervensi dengan APBD kota Tangsel maka yang menetapkan penerimanya adalah Walikota, yang di intervensi Kemensos sumber anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditetapkan oleh Kemensos, yang Provinsi ditetapkan oleh Gubernur Banten,” ujarnya, usai mengahadiri rapat dengan Komisi II, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel, Jalan Puspitek Raya, Setu.

Untuk diketahui, berdasarkan Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Walikota Tangsel Nomor 13 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam rangka penanganan Coronavirus disease (Covid-19), bantuan kepada penduduk rentan tersebut seharusnya sudah dapat terima ketika mulai diberlakuan PSBB. Akan tetapi hingga kini, baru 270 KK yang menerima bantuan, dengan sumber bantuan yakni dari Pemprov Banten.

“Ada, yang untuk Provinsi Banten per hari ini 270 KK, kalau Kemensos 4 Mie nanti,” pungkas Wahyu.(B)