Jakarta, September, Suara Republik News, Ada empat (4) orang Doktor yang menjadi komentator dalam membedah buku kedua judul tersebut diatas.

1).Dr. Wilson Rajagukguk,M.Si,M.A, Ministry ( wakil Rektor UKI -red), Dalam sambutannya, dia mengatakan, menyambut baik  buku bapak  Alden Tua Siringoringo, SH,M.H, “ Setiap masa ada orangnya, Setiap orang ada masanya”. Buku ini kata dia  mengungkapkan karakter penulis sebagai mahluk Ilahi yang mencintai kehidupan , peradaban, latar belakang budayanya dan NKRI. Penulis mengajak pembacanya ujar Wilson, menghargai kehidupan , Ketika pandemi covid-19 sebagai bencana non alam  melanda tanah air Indonesia. Mengakhiri sambutannya sang cucu, diajak memandang  berbagai hal yang terjadi  dijamannya, Dr. Wilson Rajagukguk M.Si, M.A, mengatakan  Doa dan harapan kami, dengan menikmati buku ini , pembaca tercerahkan , agar sebagai mahluk ciptaan  yang maha kuasa semakin  mencintai  semua orang tanpa  memandang ras dan latar belakang primordialnya.

2)Dr.Tagor Pangaribuan, M.Pd, Dibawah tema “ Semangat Pagi Indonesia”Sang kakek dalam tata pandang  sederhana kakek ( julukan -Alden Tua Siringoringo-red) menguraikan  dengan lugas dan jernih , 66 judul  tulisan berisi  kasus-kasus dalam  Konstruksi NKRI, bagaimana insan bangsa  yang hidup dalam berbagai  institusi dan pranata sosial harus  menata laku diera pandemi covid-19 ini. Sang kakek  meneroka situasi  kekinian Indonesia yang berada dalam  berbagai keruwetan  nyata, apakah  bangsa ini  sudah atau belum   berhikmat. Buku “Inspirasi  dimasa pandem covid-19:  Dialog sang Kakek dan sang cucu  ini patut kita hikmati,uraikan dan terakan  dan berwatak  dan yang menyinari sang cucu diajak memandang berbagai hal  yang terjadi dijamannya.

Kiri: Sang Kakek Aldentua Siringoringo, SH,MH   kanan: Sang cucu  pdt.Robet siringoringoSedang menyerahkan buku kpd sang cucu, Pdt Robert Siringoringo

Dengan dialog-dialog sederhana , Sang Kakek dan Sang cucu menguraikan berbagai permasalahan  di Indonesia yang harus dipandang  dan dihadapi secara berbeda  dari proses alami kehidupan  prapandemi. Diusia  75 tahun NKRI pandemic covid-19 menguji tidak hanya  setiap insan Indoneaia, tetapi juga semua insan  yang hidup  dimanapun , bagaimana hidup yang benar dan baik , bagaimana bertanggung jawab  sebagai warganegara  maupun petinggi negara .

Buku ini merupakan  suatu mozaik yang lugas, dalam  dan serius yang berhasil memotret kompleksitas laku 270 juta  insan Indonesia  yang hidup di NKRI, era M3, Artikulasi  permasalahan  yang  dibahas paten. Dialog tentang  tata lakupun  mantap. Goal-Means-Ends Analisys diuraikan secara komprehensive.

3)Dr.Naslindo Sirait. Dalam sambutan pada  bedah buku Alden Tua Siringoringo ini,  saya menyambut baik kata  Naslindo,pertama: kehadiran buku ini  akan menambah perbendaharaan  literasi ditengah-tengah dunia  yang semakin jauh dari kehidupan manusia. Hanya sedikit orang yang berkutat dengan buku pada era digital saat ini.Kedua : Buku ini ditulis dalam masa pandemic covid-19, suatu masa yang tidak pernah  diduga-duga sebelumnya, oleh masyarakat dunia,  Dampaknyapun  sangat luas, tidak saja memberikan ancaman  kehidupan tetapi juga memorak porandakan  ekonomi dan merusak  tatanan kehidupan sosial yang sudah terbangun  begitu lama. Isu keseharian  tentang pandemi covid-19 dikupas dengan baik oleh penulis ( Alden Tua Siringoringo-red) melalui dialog imajiner yang menampilkan sosok  sang cucu  yang mewakili masyarakat umum , dan sang Kakek sebagai tokoh sepuh yang memiliki banyak pengalaman  dan kebijaksanaan sehingga menjadi sumber pengetahuan , keteladanan  dan inspirasi dengan gaya bahasa yang sederhana  dan mudah dimengerti oleh  semua kalangan. Setiap  tulisan  dalam buku ini kata  Dr. Naslindo Sirait,  selalu ditutup  dengan kalimat akhir yang bijaksana  sebagai sebuah  solusi dan perenungan bersama  yang membangunkan kita  bahwa kritik tanpa  solusi kesejahteraan hanya akan membawa  kita kepada anarkhisme dan keputusasaan . Buku ini menjadi  dokumentasi  perjalanan kehidupan sosial  bangsa kita, terutama saat kita   berjuang melawan  pandemic covid-19. Selamat  untuk buku  Inspirasi  dimasa pandemic covid-19:Dialog sang kakek  dan sang cucu,tutup Dr.Maslindo Sirait.

4) Dr.Sigit Triyono, Sekretaris Umum lembaga Alkitab Indonesia(LAI). Dialog dalam banyak kesempatan  lebih memiliki magnet dibandingkan dengan monolog. Dialog  Sang Kakek dan Sang cucu dalam buku ini  menguak banyak peluang  dan kesempatan  untuk tetap dapat menjadi  berkat dalam bentuk apapun. Sekaligus menyadarkan kita bahwa  pandemic covid-19 sesungguhnya tidak menghentikan  pengejaran kita  akan makna hidup dan berupaya terus  untuk menjadi berkat bagi dunia.

Dalam menutup sambutan saya, saya berharap kata Dr,Sigit Triyono   pembaca mendapatkan inspirasi  untuk selalu berdialog dengan siapapun demi meningkatkan kwalitas  kehidupan bersama yang penuh damai.

Dalam diskusi bedah buku Alden Tua Siringoringo ini, Kabiro Suara Republik News Jakarta Timur turut menjadi partisipannya. Kebetulan penulis  judul buku  tersebut diatas  dalam satu komunitas keturunan Nenek moyang kami Guru Bandailing  Siringoringo  dari Hatoguan Kabupaten Samosir, yang domisili  di Jabodetabek sebelum pandemi covid-19 komunitas ini selalu kebaktian/arisan  setiap bulan  secara tatap muka, Namun selama pandemic covid-19 , pertemuan secara daring. Saya menyampaikan statement , “meskipun saya belum baca buku ini bahkan jauh sebelum buku ini terbit, dari semua ulasan dan komentar yang bernada penuh spiritualitas, memang sudah diimplementasikannya dalam komunitas keluarga, sehingga dia layak menjadi saluran berkat  dan layak digugu dan ditiru “ Kalo ada anggota  komunitas yang positif, dia yang pertama menyrankan untuk memberikan solidaritas utk membantu yang sakit.Dalam situasi berduka maupun suka pasti muncul gagasan untuk berbagi kasih guna menolong yang anggota komunitas yang membutuhkan

Kata  Pengantarnya, dalam acara Launching buku  “Inspirasi di masa Pandemi: Setiap masa ada orangnya, setip orang ada masanya’ Ketika pandemic sedang menggila ,dan Pembatasan sosial Bersklala Besar (PSBB) diberlakukan,  suka tidak suka, siap tidak siap, kita harus mematuhinya.  Kerumunan ,, memaksa kita bekerja.  Perkantoran yang diliburkan  dan keharusan untuk mencegah  kerumunan , memaksa kita bekerja dari rumah. Dalam kondisi seperti itulah  kata dia, penulis  memanfaatkan waktu  dirumah.  Selain mengerjakan pekerjaan kantor dari rumah, kegiatan menulis ternyata bisa menjadi sebuah proses yang membantu kita  tetap berpikir dan bekerja   untuk perbaikan dimasa mendatang. Secara kreatif tanpa  harus kalah   kepada keadaan  yang diakibatkan  pandemic covid-19 ini. Penulis yang mempunyai akunt di Kopasiana– salah satu blog Bersama para penulis terkemuka  Indonesia , mnggoreskan  tulisan  tulisan yang berhubungan  dengan kondisi keseharian  kita pada waktu   itu. Dan dalam waku 100 hari dari tanggal 14 April  2020 sampai dngan 24 Juli 2020  penulis telah mnghasilkan  150 tulisan  yang dibagi menjadi  dua buku. Satu buku berupa  dialog  Sang Kakek dan Sang cucu yang berjudul Inspirasi dimasa pandemi covid-19 : dialog Sang Kakek  dan Sang cucu. Satu lagi berisi artikel  yang berjudul Setiap masa ada orangnya, Seiap orang  ada masanya.

Diakhir pengantarnya, Alden Tua Siringoringo, SH, MH, menyampaikan ucapan Terimakasih  kepada semua pihak  yang membantu penerbitan  kedua buku ini. Kami mengharapkan  kritik dan saran  dari pembaca (Ring-o)

Bio data penulis.