Oleh : Drs.M.Siringoringo, Ketua bidang Pendidikan  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Akrindo & kabiro  Jakarta Timur Media Suara Republik News

Untuk  kesekian kalinya penulis mengangkat Tulisan tentanglanjut usia di media Suara Republik News ini  Untuk diketahui  hak-hak mereka yang sudah lansia. Kebetulan penulis juga termasuk  kategori di zona lansia ( 71 tahun ).  Hal ini penulis uraikan bukan saja karena penulis sudah memasuki usia 71 tahun, Tetapi lebih pada belum terpenuhinya kesejahteraan dan hak – hak lansia seperti yang diamanatkan oleh undang undang.

Adapun latarbelakang peringatan hari Lansia setiap 29 Mei tak lepas dari sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Pada saat itu Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat menjadi peserta sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan menjadi pimpinan sidang pada tanggal 29 Mei 1945. KRT Radjiman Wedyodiningrat merupakan anggota paling tua dalam sidang BPUPKI tersebut. Kemudian di Semarang pada tanggal 29 Mei 1996 dicetuskan sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) sebagai penghormatan atas jasa dan kebijakan yang dilakukan oleh KRT Radjiman Wedyodiningrat. Hingga saat ini, Hari Lanjut Usia Nasional masih terus diperingati oleh masyarakat Indonesia. Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ini bertujuan untuk mengapresiasi semangat jiwa, peranan penting dan strategis oleh para penduduk lanjut usia yang ada di Indonesia.

Hari Lanjut Usia Nasional atau HLUN di Indonesia dicanangkan secara resmi oleh Presiden Soeharto di Semarang pada 29 Mei 1996. Pencanangan Hari Lanjut Usia Nasional atau HLUN untuk menghormati jasa Dr KRT Radjiman Wediodiningrat yang di usia lanjutnya memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

Sementara di dunia, Hari Lanjut Usia Internasional atau International Day of Older Persons ditetapkan dalam Sidang Umum PBB setiap 1 Oktober berdasarkan resolusi No. 45/106 tanggal 14 Desember 1990. Penetapan Hari Lansia Internasional merupakan kelanjutan dari Vienna International Plan of Action on Aging yang diputuskan di Wina tahun 1982 dengan resolusi No. 37/1982 yang melahirkan kesepakatan untuk mengundang bangsa-bangsa yang belum melaksanakan agar menetapkan hari bagi lanjut usia

Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, jumlah orang lanjut usia atau lansia di Indonesia sekitar 26,82 juta jiwa atau 9,92 persen. Berdasarkan PBB, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk lanjut usia terbanyak ke-8 di dunia. Dari jumlah tersebut akan meningkat seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Permasalahan yang dialami lanjut usia pada umumnya adalah menurunnya tingkat kesehatan dan fungsi motorik pada dirinya. Para lanjut usia pada umumnya juga mengalami hambatan untuk melakukan komunikasi baik dengan keluarganya maupun dengan lingkungannya, sehingga menjadikan lansia sebagai pihak yang inferior padahal ruang lingkup kehidupannya masih menunjang.  

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-25 tahun 2021 ini memiliki tema “Lanjut Usia Bahagia Bersama Keluarga”. Maksud dari tema tersebut adalah keluarga merupakan lembaga sosial terkecil yang menjadi tempat “persemaian” bagi setiap orang.

Menurut UU no.13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia, yang dimaksud dengan Lanjut Usia (Lansia) adalah orang yang telah berusia 60 tahun ke atas. Usia harapan hidup masyarakat Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Pada Tahun 1980, misalnya, usia lansia berkisar 52,2 tahun, di tahun 1990 menjadi 59,8 tahun dan pada tahun 2000 bertambah menjadi 64,5 tahun, sedangkan di tahun 2010, menjadi 67,4 tahun, dan pada tahun 2021 diperkirakan 71,1 tahun.(Dirjen rehabilitai social Kementerian Sosial RI, 2011.

Sebagai wujud dari penghargaan terhadap orang lanjut usia, pemerintah membentuk Komnas Lansia (Komisi Nasional Perlindungan Penduduk Lanjut Usia), dan merancang Rencana Aksi Nasional Lanjut Usia di bawah koordinasi kantor Menko Kesra. Komnas Lansia dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 52 tahun 2004 dan bertugas sebagai koordinator usaha peningkatan kesejahteraan sosial orang lanjut usia di Indonesia.

SUDAHKAH PARA LANJUT USIA MENDAPATKAN PELAYANAN KEMUDAHAN DALAM PENGGUNAAN FASILITAS, SARANA DAN PRASARANA UMUM ?

Pertanyaan tersebut harus dijawab, karena pelayanan untuk mendapatkan kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana, dan prasarana umum merupakan hak para lanjut usia, oleh karena itu merupakan suatu tuntutan yang wajib dipenuhi oleh pemerintah & masyarakat.

Kewajiban tersebut diamanatkan oleh U.U RI No.13 th 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia pasal 5 ayat(2) dan dirinci pada Peraturan Pemerintah RI No.43 tahun 2004 ttg Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia, khususnya psl 17 s.d 33. Selain itu Dasar hukum lain adalah Undang-undang 28/2002 tentang Bangunan dan Gedung, Undang-undang 23/2007 tentang Perkeretaapian, Undang-undang 17/2008 tentang Pelayaran, Undang-undang 1/2009 tentang Penerbangan, Undang-undang 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Undang-undang 36/2009 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah 43/2004 tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum 29/PRT/M/2008 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum 30/PRT/M/2008 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan, Keputusan Menteri Perhubungan KM 48/2002 tentang Penyelenggaraan Bandar Udara wajib Menyediakan Fasilitas yang diperlukan bagi Lanjut Usia, Surat Edaran Menteri Perhubungan SE.11/HK.206/PHB-97 dan SE.3/HK.206/PHB-99 tentang Pemberian Reduksi/Potongan Tarif Angkutan Penumpang Dalam Negeri Untuk Semua Kelas Sebesar 20%. Terkait Surat Edaran Menteri Perhubungan  no.SE.11/HK.206/PHB-97 dan SE. 3/HK.206/PHB-99,tentang pemberian reduksi 20 % kepada penumpang lansia, diduga hanya kalmuflase belaka atau isapan jempol semata. Karena fakta dilapangan,penulis sendiri sering melakukan tugas jurnalistik dari media Nasional Suara Republik News maupun dari lembaga Non Goverment Organisation (NGO) Gabungnya Wartawan Indonesia, Ketika beli tiket ke Agen penerbangan sipil harus tunjukkan KTP  yang memuat usia, seharusnya  Agen penjualan tiket sudah langsung memberi reduksi 20 %, namun nyatanya omong kosong. Sejauh mana kekuatam dan Implementasi  Surat Edaran Menteri Perhubungan tersebut ?

Paroki Santo Servatius Kampung Sawah- Bekasi ikut  menghormati /memperingati hari Lansia 29 Mei 2021

Betapa pentingnya memperingati  sekaligus menghormati  Hari Lansia tersebut sampai Gereja Santo Servatius Kampung sawah – Bekasi  turut  memperingatinya dalam Perayan  Ekaristi dilanjutkan esok harinya Minggu 30/5/21  Misa Syukur Sedekah Bumi yang dipimpin oleh Pastor Wartaya

Misa peringatan hari Lansia  sekaligus misa Tri Tunggal Maha Kudus khusus lansia dengan mematuhi          prokes Sabtu 29 Mei 2021 protokol Kesehatan di Gereja St.Setvatius Kp.Sawah- Bekasi

Dua romo yaitu romo  Wartaya dan romo Yudoyoko ( zubah putih ) diapit para personil Sie Lingkungan Hidup dalam perayaan Sedekah Bumi Minggu 30 Mei 021( dok :  Sie LH Paroki Servatius)