Jakarta,suararepublik.news – KPK saat ini tengah mencari juru bicara (jubir), yang selama ini tugas itu diemban Kabiro Humas KPK Febri Diansyah. Namun Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan Febri Diansyah diperbolehkan memilih di antara kedua jabatan itu.

“Misalnya, Mas Febri mau memilih menjadi jubir atau Kabiro, ya tinggal kemudian memilih. Kalau memang mau jubir, ya silakan nanti kabironya harus dilepas atau sebaliknya,” kata Nurul Ghufron kepada wartawan, Selasa (24/12/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan, nantinya proses pengisian jabatan jubir KPK akan dilakukan dengan lelang terbuka. Menurutnya, siapa saja bisa mendaftar asalkan memenuhi syarat.

“Di KPK itu kan selalu lelang terbuka, jabatan itu diumumkan. KPK memanggil siapa pun yang memenuhi syarat nanti kita angkat. Jadi bukan pada pro-seseorang atau tidak,” ucapnya.

Ia mengatakan rencana lelang terbuka akan dilakukan secepatnya. Ia berharap, pada pertengahan Januari, semua jabatan yang belum terisi bisa segera diumumkan.

“Rencananya (lelang terbuka) secepatnya supaya kemudian cepat diisi. Kami harapkan tidak lebih dari pertengahan Januari 2020 kita sampaikan secara terbuka,” ucapnya.

Selain itu, ia mengatakan KPK tetap akan melakukan lelang terbuka meski nantinya status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). Baginya, cara itu dilakukan agar mendapatkan personel yang memiliki kapabilitas.

“Meski pegawai KPK berstatus ASN, tetap melalui sebagaimana lelang jabatan yang dibiasakan di KPK agar mendapatkan personel yang kapabel. Kita lelang terbuka, tapi nanti jabatannya ASN. Maksudnya, seandainya ada di tempat lain atau lembaga lain yang statusnya ASN mau ikut lelang, itu dimungkinkan, baik di internal juga bisa,” tuturnya.

Untuk diketahui, Febri Diansyah selama 3 tahun terakhir ini merangkap juru bicara (jubir) karena memang belum ada peraturan internal yang mengatur. Sampai akhirnya, pada 2018, peraturan mengenai jubir KPK muncul pun Febri masih sebagai jubir KPK.

“Dan jika sekarang pimpinan KPK ingin mengisi posisi juru bicara KPK dan misalnya melakukan seleksi untuk mencari orang yang tepat, semoga KPK mendapatkan yang jauh lebih baik dari juru bicara yang pernah ada di KPK,” kata Febri kepada wartawan, Senin (23/12).

Febri tidak mempermasalahkan keinginan pimpinan KPK saat ini mengenai posisi jubir KPK. Febri pun menilai keinginan itu bukanlah bersifat pribadi.

“Jika memang pimpinan KPK jilid V menghendaki juru bicara yang baru, saya kira silakan saja. Saya cukup yakin itu bukan pertimbangan pribadi, tapi mungkin ada pertimbangan kebutuhan organisasi,” ucap Febri. ( red )