Pulau Buru.SuaraRepublik.News – Kejaksaan Negeri Buru melakukan konferensi pers terkait penetapan tersangka kasus korupsi ADD-DD tahun 2019 di Desa Skikilale kecamatan Waplau kabupaten Buru Provinsi Maluku.

Konprensi Pers yang di adakan di ruang Pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) kejaksaan Negeri Buru, jalan Masjid Al Buruj Namlea, pada Rabu (38/04/2021).

Dalam komfrensi pers itu,Kepala kejaksaan Negeri Buru Muhtadi S,Ag.,SH.,MAg, menyampaikan kepada media  bahwa penyidik telah sampai kepada kesimpulan dan penetapan tersangka pj Kepala Desa Skikilale yang berinisial SL.

Lanjut Muhtadi,pun menjelaskan “Angaran ADD dan DD Desa Skikilale tehun 2019 sebesar Rp.2,2 Miliar dari Anggaran tersebut telah terjadi penyimpangan dan berdasarkan hasil hitungan sementara kami telah menjumlah kerugian Negara sebesar tujuh ratus, empat puluh juta, sembilan ratus, empat puluh tiga ribu, enam ratus, dua puluh tujuh rupiah,” jelas Muhtadi pada media..

Jumlah kerugian Negara ini terjadi dengan Tiga modus yaitu pertama Mark up harga, jadi ada beberapa pembelanjaan harga Nilainya di up atau ditinggikan, kedua ada pembelanjaan fiktif artinya ada kuitansi-kuitansi tetapi barangnya tidak ada, dan ke tiga pertangungjawaban fiktif uang tersebut dicairkan tapi tidak ada pertangungjawaban kegiatan.

Jadi jumlah kegiatan kita dan ahli kontruksi suda hitung dan kita tinjau lokasi desa Skikilale untuk menghitung kerugian negaran pada tiga bangunan fisik di antaranya kantor Desa,rabat beton, dan talud penahan tana jadi terdapat kerugian Negara sebesar tujuh ratus, empat puluh juta, sebilan ratus, empat puluh tiga ribu, enam ratus, dua puluh tujuh rupiah, ini bisa bertambah karena desa Skikilale juga ada pengadaan lampu jalan sebasar 10 unit dengan harga per 1 unit Rp.28 juta jadi total 10 unit sebesar 280,000,000 (Dua ratus delapan puluh juta) dan ini kita belum hitung nanti kita minta bantuan ahli untuk menghitung berapa harga lampu yang layak plus keuntungan bagi kontraktor secara wajar, tutur Kejari.

Jadi dari hasil pemeriksaan penyidik kejaksaan Negeri Buru maka ditetapkan SL sebagai tersangka.dan mantan pjs di Kenakan UU tindak pidana korupsi pasal 1 dan 2 dengan ancaman hukuman menimal 4 tahun penjara.

Kejari Buru juga menjelaskan bahwa tidak ada yang kebal hukum siapapun dia yang terlibat dalam kasus korupsi pengadaan lampu jalan di kabupaten Buru akan kami proses, jelas Kejari