Buru.SuaraRepublik.News – tindakan yang tidak senonoh, dua pemuda yang masi dibanku SMA harus menjalani hukuman penjara. pelaku persetubuhan kini terancam hukuman maksimal lima belas (15) tahun penjara. Sementara dua remaja putri yang mengabadikan dengan kamera hand phone kemudian mengedarkan kini terancam hukuman duabelas (12) tahun penjara.

Menurut  Kasat intel polres p.buru (Futwembun,) peristiwa na’as itu telah terjadi Jumat lalu pada tanggal(7/2/2020), sekitar pukul 17.00 WIT dengan TKP kos- kosan di komples Telaga Lontor, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

SEKUM HMI Cabang Namlea saat di kompirmasi media SuaraRepublikNews.co.-pada rabu 19/02/20,menyampaikan Kajadian naas itu suda barang tentu menimbulkan

Pertanyaannya kenapa sampai terjadi?

Mungkin tak usah ada pertanyaan tapi win solution dari masalah ini karena sudah terjadi klau masih mengulik sebabnya sudah dan barang tentu kita akan tertinggal untuk menanggulangi  hal lain.

Pemerkosaan anak dibawah umur diatur dalam UUD 1945 KUHP dan UU perlindungan anak no 35 tahun 2014  perubahan atas UU no 23 tahun 2002 mungkin cukup jelas hukuman pidananya yg akan menjerat para pelaku kejahata tapi bagaimna klau pelakunya dibawah Umur dalam konvensi PBB tahun 1990 sdah jelas pelaku diberikan perlindungan juga..?

nah klau memang dari aspek sanksi hukumnya suda jelas kenapa masih saja terjadi? Oke kita masuk dipembahasan kedua,Pemerkosaan adalah tindakan asusila yang dimana dalam agama manapun itu melarang win solution pertama telah kita temuii penguatan dasar agama bagi setiap anak agar dipaksakan guna memberikan pengetahuan agama yang mempuni tentang apa saja yang dilarang.

Menurut SEKUM HMI CAB Namlea, pemerintah daera harus intruksikan kepada seluruh TPA maupun TPQ agar mau tidak mau dua hari mengaji ada penyampaian tausiyah penguatan keimanan agar anak-anak tersebut lebih memahami apa yang menjadi larangan dan sampaikan sanksi mengikat dari agama terhadap semua kejadian yang mana hal itu dilarang oleh Agama.

win solution kedua memberikan penguatan tentang sanksi pidananya yg akan didapatkan, ini harus rutin dilakukan karena apa anak dalam fase remaja adalah dimana anak ingin dan pengen tahu akan segala sesuatu yang menjadi guncingan dan pembicaraan sesama kaula mudanya

Sex education memang perlu tapi materi yang dibawah adalah tentang bahanya sex jika dilakukan secara bebas.ungkap,

SEKUM HMI CAB NAMLEA kabupaten buru.