Jakarta, Suararepublik.news  – Partai Demokrat kubu Moeldoko kembali mengungkit kasus korupsi Hambalang.

Kubu Moeldoko bahkan menyinggung keterlibatan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Terkait hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, lantas angkat bicara.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat versi KLB Sumut, Max Sopacua memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

Menurut dia, jika Ibas tak terlibat, kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak perlu emosi saat kasus Hambalang kembali diungkit.

Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Jumat (26/3/2021).

“Kalau di sebelah sana tidak ada masalah, enggak perlu memberikan pembelaan dan marah-marah kan,” ujar Rahmad.

“Diaminkan saja, ‘Oh kita dukung’, selesai.”

Rahmad menambahkan, kubu AHY seharusnya mendukung kasus Hambalang diusut tuntas.

Pasalnya, menurut dia, kasus Hambalang inilah yang menyebabkan kerusakan Partai Demokrat.

“Kenapa kemudian harus marah-marah? Ketika kita konferensi pers di Hambalang kek, di Cikeas kek, enggak perlu marah-marah,” jelas Rahmad.

“Karena kita ingin memulai pembangunan baru di Partai Demokrat sebagai partai terbuka di bawah Pak Moeldoko dengan mencuci yang kotor.”

“Yang kotor itu adanya di Hambalang.”

Tak hanya itu, Rahmad juga menyebut kasus Hambalang yang membuat elektabilitas Partai Demokrat anjlok.

Meskipun kala itu, Partai Demokrat masih diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Hambalang ini yang membuat elektabilitas Partai Demokrat jatuh dari 20,4 persen jadi 10 persen.”

“Walaupun Partai Demokrat sudah dipimpin Pak SBY waktu itu jadi presiden,” tandasnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-7.15:

Nazarudin akan Bersihkan Demokrat?

Dalam kesempatan itu, sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokratkubu Moeldoko, Muhammad Rahmad membeberkan peran sosok Muhammad Nazaruddin.

Dilansir TribunWow.com, Rahmad menyebut Nazaruddin memiliki kemampuan membersihkan Partai Demokrat.

Hal itu diungkapkannya dalam acara Kabar Petang tvOne, Jumat (26/3/2021).

Lihat gambar di aplikasi hemat data hingga 80%.Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad (kiri), dan Wasekjen Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Renanda Bachtiar (kanan), dalam kanal YouTube tvOneNews, Jumat (26/3/2021). (YouTube tvOneNews)

Menurut Rahmad, Partai Demokrat versi Moeldoko perlu merekrut sosok Nazaruddin.

“Kalau Mas Nazaruddin kita rekrut ke Partai Demokrat,” jelas Rahmad.

“Mas Nazaruddin itu punya serbuk pembersih pakaian kotor.”

“Jadi kalau kita mau membersihkan pakaian kotor dalam Partai Demokrat, kita harus menyiapkan serbuk pembersihnya dong,” sambungnya.

Meski hanya terhubung lewat video, tampak Wasekjen Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Renanda Bachtiar hanya tertawa.

Melanjutkan pernyataannya, Rahmad lantas membahas soal sah tidaknya Partai Demokrat kubu Moeldoko.

Menurut dia, kini hal itu menjadi urusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yassona Laoly.

“Yang kedua, persoalan di Kumham itu sudah selesai, syarat dokumennya sudah selesai,” jelas Rahmad.

“Jadi Mas Renanda ini ketinggalan informasi kalau persoalan itu.”

“Persoalan SK Kumham udah selesai lah.”

Lebih lanjut, Rahmad mengklaim pihaknya tak lagi memperdebatkan soal persyaratan dokumen untuk melegalkan Partai Demokrat kubu Moeldoko.

“Kita bukan mengada-ada lagi, kita udah pindah bab kedua.”

“Kita bukan lagi bicara kapan SK Kumham keluar atau persyaratan dokumen,” sambungnya.( SRN )