“Gunungsitoli – Suara Republi News. Berdasarkan unjukrasa gabungan beberapa aliansi, Ormas, LSM dan Media di Kepulauan Nias, dengan tuntutan pada pembangunan Fisik Jalan Nasional dhi Gunungsitoli Teluk Dalam yang di kerjakan oleh salah satu rekanan diduga asal jadi, sehingga rekanan dinilai meraup keutungan besar, hal ini terindikasi kuat adanya kerjasama dengan pihak PPK 3-5, yakni pada pekerjaan di maksud kurangnya pengawasan atau adanya pembiaran oleh pihak pengawasan PPK 3-5.

Dari penuturan bahasa Firman Hutauruk sebagai ASN dari satker 3-5 kepada pengikut unjukrasa mengatakan bahwa sudah “MUAK di NIAS” tanpa memberi alasan dari tutur kata yang di maksud, bebernya Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan dan Keadilan (LP-KPK) Korwil Kep.Nias.

Faoziduhu Ziliwu SH, mengatakan bahwa untuk melanjutkan pembangunan Jalan dan Jembatan tersebut harus melalui pengkajian ulang karena diduga kwalitas dan mutu pekerjaan itu terkesan asal jadi (bobrok).

” Kita merasa kecewa dan malu atas ucapan Firman Hutauruk yang mengatakan sudah MUAK di NIAS, kalau diartikan bahasanya itu adalah jemu yang artinya sudah kerapkali makan tempe, merasa jijik, muntah atau melihat kotoran Manusia, oleh karna itu kita berharap kepada seluruh Elemen Masyarakat di Kepulauan Nias, Toko Agama, Toko Pemuda, Akademisi dan terlebih kepada Bupati dan Walikota dan saudara kita yang ada di luar Kepulauan Nias dimana berada bahwa Firman Hutauruk telah mencederai kita sebagai Masyarakat Kepulauan Nias,” ucap Faozi.

Selanjutnya Faoziduhu Ziliwu berharap semua Elemen masyarakat Kepulauan Nias untuk bersama-sama mempertanyakan bahasa MUAK kepada Firman Hutauruk, kalau dia memang sudah membosankan di Nias ini untuk bekerja lebih baik angkat kaki jangan berbicara bahasa MUAK.” Tutur Faoziduhu Ziliwu SH.

Menurut Faoziduhu Ziliwu SH, Ketua LP-KPK Kep.Nias bahwa pekerjaan yang sedang dilaksanakan dari Dhi Gunungsitoli menuju Kabupaten Nias Selatan, sangat dikhawatirkan kulaitas pekerjaannya, sehingga umur dari pembangunan tersebut tidak bertahan lama, akibat pengawasan dari pihak PPK.35 diduga adanya kerjasama dengan pihak rekan, dengn hal sangat disayangkan anggaran pembangunan khususnya di Kepulauan Nias yang dikuncurkan oleh pemerintah pusat yang pulhan Milyar diduga disia-siakan.

” Kita berharap kepada BPK RI dan aparat penegak Hukum agar melakukan penyelidikan terkait Pembangunan di maksud. Preservasi Jalan dan Jembatan tersebut terkesan asal jadi dan kwalitas serta mutu pekerjaan sangat diragukan,” tegas Ketua Korwil LP-KPK Kep.Nias kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Lebih lanjut Faoziduhu Ziliwu mengatakan bahwa Pembangunan, PT. Satu Tiga Mandiri yang jadi pelaksana pengerjaan Preservasi Jalan dan Jembatan tersebut, kuat dugaan ada konspirasi antara Kontraktor dan PPK 3.5/B2PJN serta pihak-pihak terkait sehingga adanya pembiaran dan kwalitas pekerjaan tersebut sangat diragukan atau jauh dari kata layak, tandasnya.

Sementara itu, Melianus Laoli Spd, Ketua DPD Investigasi Assosiasi Kabar Online Indonesia (AKRINDO) Kep.Nias, dengan tegas mengatakan ” ini sebagai bentuk arogansi dan perkataan tidak senonoh.” Bahwa pernyataan Firman Hutauruk PPK 35/B2PJN yang mengatakan “Sebenarnya Saya sudah Muak di Nias karena jauh dari Keluarga” dinilai sebagai bentuk arogansi dan perkataan tidak senonoh. Seharusnya Firman Hutauruk, PPK 3.5/B2PJN sebagai salah seorang ASN yang ditugaskan di wilayah Kepulauan Nias harus mampu untuk menjalankan tugas dan fungsinya,” tegas Melianus Laoli Spd.

Selain itu, Melianus Laoli mengatakan bahwa apabila Firman Hutauruk sudah MUAK berada di Nias maka silahkan Angkat Kaki dan Pergi. ” Jelas dengan perkataannya sudah “MUAK” berarti beliau tidak ada keseriusan, terbukti dengan pengawasan Firman Hutauruk kepada Kontraktor terkait pekerjaan Jalan dan Jembatan ada pembiaran, kata Melianus Laoli. Selanjutnya Melianus Laoli, mengkritik keras pembangunan Preservasi Jalan dan Jembatan dari Kota Gunungsitoli – Teluk Dalam Tahun Anggaran 2021 di Kepulauan Nias, karena terkesan ada pembiaran, hal diduga adanya konspirasi antara PPK 3.5 dan Kontraktor. Kami minta kepada institusi aparat penegak hukum agar melakukanp enyelidikan atas permasalahan ini, karena kami mengendus dugaan terjadinya korupsi, sebagaimana petunjuk UU No. 13/1999 diubah dengan UU No. 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi tersebut,” ungkap Melianus Laoli mengakhiri.

Sebelumnya, pernyataan Firman Hutauruk, PPK 3.5/B2PJN mengatakan “Muak di Nias”, Ia katakan beberapa waktu lalu, saat menerima audiensi massa pemuda Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati Pembangunan Kepulauan Nias (AMSP2-KN) di kantor PPK 3.5/B2PJN yang menyampaikan pernyataan sikapnya terkait pekerjaan preservasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan serta Sanitasi Jalan Nasional Ruas Gunungstoli menuju Teluk Dalam yang sumber dananya berasal dari APBN Tahun Anggara 2021,” bebernya. (YG)