Gunungsitoli, Suararepublik.news – Penyambutan Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli saat setelah selesai pelantikan oleh Gubernur Sumatera Utara kemarin. Kegiatan penyambutan tersebut berlangsung meriah serta dihadiri oleh tokoh-tokoh partai pendukung seperti halnya Ketua dan Pengurus DPD Partai PERINDO Kota Gunungsitoli, para ASN dilingkungan Kota Gunungsitoli dan para Tim Sukses di halaman Kantor Walikota Gunungsitoli pada Selasa, 27/04/2021.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai PERINDO Kota Gunungsitoli Elifati Telaumbanua dalam pernyataannya kepada awak media mengatakan bahwa kita mensyukuri bahwa penyertaan Tuhan selalu hadir pada kegiatan pelantikan pada hari Senin kemarin, dan hal itu semua berjalan dengan lancar, sukses dan aman.

Lanjutnya mengatakan amanah rakyat yang ke dua (2) diberikan agar kepercayaan masyarakat dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab serta bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan seterusnya harapan kita agar wabah pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga kita bisa fokus menata seluruh rencana pembangunan dengan baik.

Bagaimana kita bisa memberi satu pekerjaan agar ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan bergerak seperti bidang kesehatan dan sosial.

Hal lain yg menjadi perhatian Walikota dan Wakil Walikota terutama bertugas membantu kepala daerah dalam urusan pemerintahan Kota Gunungsitoli termasuk SKPD setiap instansi. Hal ini harus menjadi perhatian khusus, ujarnya.

Sebelumnya juga Walikota Gunungsitoli pernah mengatakan bahwa dalam pengelolaan tata pemerintahan bukan hanya membutuhkan orang pintar dan cerdas tetapi orang yang sigap dalam pekerjaan. Harapan kita secara bersama agar ada peningkatan kualitas pelayanan kedepannya, cetusnya lagi.

Saya ambil contoh dibidang kesehatan, bagaimana penanganan Covid-19 di Kota Gunungsitoli? Hal ini sangat tepat sekali jika kita mematuhi protokol kesehatan. Pemakaian masker di wilayah Kota Gunungsitoli belum maksimal diterapkan di masyarakat. Vaksinasi sudah dilakukan sebagian dan kita berharap lebih cepat sampai ke masyarakat.

BPBD Kota Gunungsitoli juga harus meningkatan mutu pelayanan ke masyarakat. Seperti halnya bencana daerah yang terjadi di Desa Moawo sebelumnya. Bencana alam angin kencang/puting beliung yang rawan masih sering terjadi, kerusakan serius menimpa beberapa bangunan warga, namun kinerja kerja instansi tersebut sangat disayangkan sekali pelaksanaanya sangat lamban, padahal

BPBD Kota Gunungsitoli punya motto “siap untuk selamat.” Namun kenyataan dilapangan masih belum sigap, dimana setiap terjadi bencana di beberapa rumah penduduk yang mengalami kerusakan, dan terus dibiarkan berhari – hari, justru mereka sibuk hanya untuk kunjungan biasa. bermodalkan dokumentasi foto, yang penting asal bapak senang atau istilah lain ABS.

Pemberian bantuan korban bencana bersifat stimulan. Hal ini untuk lebih tanggap dalam merespon setiap bencana yang akan terjadi, sebab masyarakat masih belum cukup puas dalam pelayanan yang diberi.

Jika instansi terkait memiliki program yang tepat sasaran maka yakin bantuan dari Pemerintah Pusat yang banyak itu akan lebih mudah menyentuh masyarakat seperti dalam hal pembinaan, pencegahan dan kesiapsiagaan, pembangunan shelter di setiap titik rawan bencana, sehingga kesemuannya itu tidak hanya mengharapkan dana APBD daerah yg sangat terbatas.

Bantuan Pemerintah Pusat bahkan lebih banyak, bahkan sebelum bencana ada semua sudah dipersiapkan. Hal lain termasuk laporan BMKG daerah yang lamban dalam memberikan informasi.

Seperti contoh sebelumnya, jika terjadi bencana di daerah satu jam kemudian baru ada info dari BMKG, ini lebih salah lagi.

Kiranya kedatangan Doni Monardo Kepala BNPB Pusat membawa angin segar penanggulangan bencana di integrasikan ke dalam perencanaan pembangunan yg dijabarkan dlm kegiatan kerja tahun ini, sekalipun kehadiran beliau pada bencana non alam pandemi Covid-19.

Ini menjadi bahan perhatian kita bersama agar kedepan semakin ditingkatkan kualitas kerja pada semua SKPD serta kualitas pelayanan kepada masyarakat, tuturnya.

(ML)