Nias Selatan, suararepublik news – Lembaga Swadaya Masyarakat beberapa LSM/Pers datangi Kantor PKK 3.5 Nias sumut untuk melaksanakan aksi unjuk rasa terkait kinerja Firman Hutahuruk dalam aksi itu berlangsung di depan kantor PKK.3.5 kota gunungsitoli. kabupaten Nias. Provinsi sumatera utara. pada Senin (12/10/2021).

Tertera didalam surat pemberitahuan aksi unjuk rasa yang didapat awak media tersebut, diketahui bahwa beberapa LSM Pers akan usir Firman hutahuruk terkait tindak pidana korupsi Dinas PPK 3.5 dimana pekerjaan Swakelola dari kota gunungsitoli menuju Nias selatan proyek PKK.3.5 asal jadi. Jelas Perhatian halawa.

“Dalam kesempatan itu juga (Perhatian Halawa)sebagai ketua DPD LSM sayap amanah nusantara (sanra) Nias Selatan mengatakan demikian, dimana beberapa waktu lalu Kepala B2PJN Sumut beserta rombongan melakukan dialog di Kantor PPK 3.5/B2PJN membahas permasalahan pekerjaan proyek yang dikelola PPK 35/B2PJN Tahun Anggaran 2021 ini. Saat itu, sesuai dengan kesepakatan bersama, Ka Balai B2PJN Sumatera utara, Selamat Rasidi telah berjanji akan menurunkan tim untuk bersama-sama dengan AMSP2-KN melakukan monitoring dan mengecek semua titik pelaksanaan pekerjaan proyek B2PJN wilayah kerja Kepulauan Nias, namun sampai saat ini belum ada hasilnya.tandasnya Perhatian Halawa.

Perhatian Halawa, juga mengatakan bahwa Pekerjaan proyek yang gak jelas dan pekerjaan pendukung Swakelola yang terletak dari Kota Gunungsitoli menuju Nias selatan yang anggarannya kurang lebih Rp 17 Miliyar,” Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 14 miliar dan Swakelola 2,5 Miliar Rupiah”, yang menuai kritik ditengah-tengah masyarakat Kepulauan Nias.

Pekerjaan yang asal jadi ini sudah beberapa kali disampaikan kepada PPK 3.5/B2PJN, Firman Hutauruk saat Audensi dan Aksi Damai namun sampai saat ini belum juga ada jawaban dan kepastian dari PPK 3.5, selalu jawabannya di pelajari dan di pelajari dulu, sampai kapan pekerjaan yang sudah tidak sesuai Spek dan Bobrok di Pulau Nias ini di pelajari melulu, tegas Perhatian Halawa.

Pada unjuk rasa terakhir yang dilaksanakan pada hari Senin 27 September 2021, sebagai pimpinan aksi “Happy Agusman Zalukhu”. Pada orasinya mengatakan pekerjaan yang tidak sesuai harus dibongkar dan dikerjakan kembali, karena tidak sesuai mutu dan kwalitasnya, dan dilanjutkan mempertanyakan apakah sudah dilakukan pembayaran Termin pertama terkait pekerjaan PPK 3.5/B2PJN, kata Perhatian halawa DPD LSM. (SANRA)

PPK 3.5/B2PJN, Firman Hutauruk menjawab pertanyaan Happy Agusman Zalukhu dengan nada berbelit-belit mengatakan “kerusakkan jalan dan TPT tersebut akan kita pelajari, mengenai pembayaran Kita telah membayarkan kepada rekanan sebesar 45 persen dari nilai total pagu anggaran sesuai tender.

Ditambahkannya, “Yang sungguh lebih mengherankan lagi, katanya PPK 3.5/B2PJN telah di bayarkan 45 Persen untuk Termin pertama, sementara hasil pekerjaan yang terlaksana Fisiknya jauh dari harapan masyarakat, kita melihat sendiri pekerjaan tersebut belum beberapa Bulan sudah hancur, ada apa dengan PPK 35/B2PJN, konsultan pengawas terkait pekerjaan proyek ini, kuat dugaan adanya konspirasi terselubung pada pekerjaan yang bernilai puluhan miliar ini, tutur perhatian halawa.

“Lanjutnya, jika pihaknya sangat kecewa dan menyesali sikap seorang oknum Pejabat Negara, yang tidak menepati janji dengan berbohong kepada masyarakat

Ironisnya lagi, Kepala Balai Provinsi Sumatera Utara “Selamat Rasidi” seorang Pejabat Negara, pernah menjanjikan akan turun bersama-sama dengan Aliansi AMSP2-KN meninjau pekerjaan mulai dari Kota Gunungsitoli menuju Teluk Dalam, namun sampai hari tak kunjung di tepati. Tim B2PJN Sumut seperti yang dijanjikan Kepala Balai B2PJN Sumatera Utara tak kunjung datang,“Saya menilai disini, Kepala Balai B2PJN Sumut adalah Pembohong Besar, karena tidak jelas dengan janjinya kepada AMSP2-KN,” kata perhatian halawa dengan nada keras.tutupnya (Ed)