Kepulauan Nias, suararepublik,news – Terkait pembangunan fisik Presevarsi Jalan dan Jembatan dari Kota Gunungsitoli menuju Teluk Dalam mendapat sorotan dan protes dari berbagai kalangan.

Ketua BEM STIE Pembnas, Erwin Syah Putra Zebua, mengatakan “bahwa untuk melanjutkan pembangunan Jalan dan Jembatan tersebut harus melalui pengkajian ulang karena diduga kwalitas dan mutu pekerjaan itu terkesan asal jadi,” jelasnya.

“Perlu di kaji ulang pekerjaan  itu. Perencanaannya harus lebih matang dan profesional. Karena, pada pelaksanaan pembangunan fisik Preservasi Jalan dan Jembatan yang bersumber dari Dana APBN Tahun 2021 itu sudah

mulai dikerjakan dan menelan anggaran  miliaran rupiah dan terkesan pengerjaannya asal jadi,” kata Erwin Zebua.

Menurut ketua BEM itu, dengan pagu anggaran yang tidak kecil tersebut hasil dilapangan pekerjaan fisik Preservasi Jalan dan Jembatan tampak bobrok, dan terkesan asal-asalan saja, diduga jadi ajang korupsi karena adanya pembiaran dari PPK 3.5/B2PJN wilayah kerja Kepulauan Nias.

“Kita lihat sendiri, pelaksanaan proyek pembangunannya asal jadi, anggarannya kita tahu tidak sedikit. Kuat dugaan ada upaya tindak pidana korupsi di situ. Alhasil, Pembangunan Preservasi Jalan dan Jembatan tersebut terkesan asal jadi dan kwalitas serta mutu pekerjaanx sangat diragukan,” tegas Ketua BEM kepada wartawan, Jumat (08/10/2021).

Diketahui, dari awal pembangunan, PT. Satu Tiga Mandiri yang jadi pelaksana pengerjaan Preservasi Jalan dan Jembatan tersebut, kuat dugaan ada konspirasi antara Kontraktor dan PPK 3.5/B2PJN serta pihak-pihak terkait  sehingga adanya pembiaran dan kwalitas pekerjaan tersebut sangat diragukan atau jauh dari kata layak.

Saat wartawan menanyakan tanggapannya terkait pernyataan Firman Hutauruk, PPK 3.5/B2PJN “Sudah Muak di Nias”, Erwin Syah Putra Zebua sangat geram.

“Saya geram terkait pernyataan FH yang mengatakan “Sebenarnya Saya Sudah Muak di Nias Karena Jauh dari keluarga” itu sangat menyati hati masyarakat Nias. Seharusnya Firman Hutauruk, PPK 3.5/B2PJN sebagai  salah seorang ASN yang ditugaskan di Kepulauan Nias harus mampu untuk menjalankan tugas dan fungsinya. Karena dulu sebelum masuk ASN Firman Hutauruk pasti sudah menandatangani surat pernyataan bahwa siap ditugaskan di seluruh pelosok Tanah Air Indonesia,” tegas Ketua BEM STIE Pembnas.

Dilanjutkannya, bahkan pembangunan Preservasi Jalan dan Jembatan dari Kota Gunungsitoli – Teluk Dalam Tahun Anggaran  2021 ini di Kepulauan Nias terkesan ada pembiaran, diduga adanya konspirasi antara PPK 3.5 dan Kontraktor.

Kami minta kepada institusi aparat penegak hukum agar melakukan penyelidikan atas permasalah ini, karena kami mengendus dugaan terjadinya korupsi, sebagaimana petunjuk UU No. 13/1999 diubah dengan UU No. 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi tersebut,” ungkap Erwin Zebua mengakhiri.(Ed)