Namlea,SaraRepublik.News– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali mengeluarkan satu orang narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menjalani program Asimilasi rumah, Jumat (17/9). WBP dengan inisial HEN ini merupakan narapidana dengan perkara/pasal 127 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan pidana kurungan 1 tahun 5 bulan.

Dasar pemberian Asimilasi rumah tersebut  mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 Tahun 2021 tentang Syarat dan Tata Cara pPlaksanaan Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

Kepala Subseksi pembinaan, Hamzah, menjelaskan bahwa WBP yang bersangkutan merupakan narapidana dengan tindak pidana narkotika, di mana kategori pidana tersebut bukan merupakan tindak pidana yang dikecualikan dalam persyaratan mendapatkan hak Asimilasi rumah. “Sesuai aturan yang berlaku, bahwa Asimilasi rumah bisa diberikan kepada narapidana narkotika dengan hukuman di bawah lima tahun dan WBP yang bersangkutan telah memenuhi syarat administratif dan substantif sebagaimana yang dimaksud, sehingga kami berhak jalankan program Asimilasi rumah,” jelas Hamzah.

Hamzah menambahkan, satu orang WBP tersebut nantinya akan mendapatkan monitoring dan pengawasan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II A Ambon. “Bagi WBP yang memperoleh program Asimilasi rumah selanjutnya akan berubah status menjadi Klien Pemasyarakatan setelah diserahkan kepada pihak Bapas, untuk tetap berada dalam pengawasan, pembimbingan, dan pendampingan dari Pembimbing Kemasyarakatan,” urainya.

Kepala Lapas Namlea, Ilham, mengharapkan WBP yang menjalani Asimilasi rumah ini untuk tidak mengulangi lagi tindak pidana yang dilakukan. “Manfaatkan hak yang didapat sebaik mungkin, jangan ulangi kesalahan yang sama, jadilah pribadi yang lebih baik sehingga proses integrasi dengan masyarakat berjalan lebih mudah,” harap Ilham.

Maluku(D2w)