Suararepublik.news – Menkopolhukam Mahfud MD memperkirakan 99 % negara kita akan dilanda resesi ekonomi bulan depan sebagaimana dimuat pada link berita di bawah ini.  

Secara kuntitatif,  perkiraan Mahfud MD ini sangat rasional dan mendekati kebenaran karena pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2020 berada minus 5 % lebih. Kemungkinan pada triwulan III masih minus.

Melihat kondisi Indonesia di tengah masalah Covid-19 yang belum teratasi sampai saat ini, tampaknya “perahu besar” kita sudah di tepi “ombak” resesi ekonomi.

Lalu,  bagaimana negeri ini sebagai “perahu besar” mampu berlayar di tengah ombak resesi ekonomi?  

Berbasis pada teori akal sehat dan merujuk pada akibat penyebaran dan dampak Covid-19 terhadap kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat ada variabel non ekonomi yang paling dominan dapat mengontrol resesi ekonomi debgan variabel komunikasi.

Boleh jadi ada yang meragukan pemikiran tersebut, bagaimana rasionalitasnya resesi ekonomi bisa diatasi dengan non ekonomi, utamanya dengan variabel komunikasi. Pandangan semacam ini bisa diterima jika paradigma berfikirnya menggunakan “kaca mata kuda”. Seolah fenomena ekonomi ada di ruang “isolasi”, terlepas dari bidang lainnya. Fenomena ekonomi dilihat secara eksklusif.

Namun bila merujuk pada pandangan bahwa tidak ada gejala sosial berdiri sendiri, maka fenomena ekonomi sebagai salah satu komponen dari keseluruhan proses sosial yang terjadi di suatu negara atau global, maka persoalan ekonomi bisa diatasi dengan variabel komunikasi dalam suatu kondisi tertentu.

Pada situasi dampak penyebaran dan akibat Covid-19 yang sangat luar biasa terjadi di dunia,  temasuk Indonesia,  maka resesi ekonomi yang mungkin kita alami mulai bulan depan, sebenarnya bisa dikendalikan lebih awal ataupun ke depen dengan variabel komunikasi. Bagaimana alur berfikirnya?

Oleh karena penyebaran Covid-19 terjadi dari manusia kepada manusia lain, maka ini merupakan persoalan Kesadaran,  Sikap dan Perilaku (KSP) setiap individu dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu negara.  

KSP merupakan kajian,  pekerjaan dan profesi bidang Ilmu Komuniksi. Melalui proses komunikasi mampu membentuk KSP  di tengah masyarakat. KSP yang baik secara teoritis mampu menekan jumlah kasus Covid-19, yang pada gilirannya   mengendalikan atau keluar dari resesi ekonomi.

Kerangka berfikir ringkasnya, dengan komunikasi membentuk KSP (Variabel X) mampu menekan jumlah kasus Covid-19 (Variabel Y), kemudian dapat mengendalikan atau keluar dari resesi ekonomi (Variabel Z)  ( SRN )

Salam,

Emrus Sihombing

Komunikolog Indonesia