Poto Ilustrasi

Serang, Suararepublik.news – Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI) di Banten ragu, Kejaksaan tinggi Banten bisa memeriksa dalang atau aktor intelektual korupsi hibah pondok pesantren. Keraguan tersebut di sampaikan oleh Deni, kepada awak media.

Sebelum nya, Kejati Banten juga Mendapat dukungan dan doa dari Sejumlah ulama kharismatik di Banten.

Ulama yang datang ke kantor Korps Adhyaksa di antaranya Abuya Muhtadi Dimyati, KH Embay Mulya Syarief, KH Matin Syarqowi, KH Sonhaji, KH Yusuf Mubarok, KH Sadeli, KH Munawar Halili, KH Asep Athoillah. Ada juga aktivis antikorupsi Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada.

Kedatangan para Ulama, terkait penanganan  dugaan kasus korupsi dana hibah untuk pondok pesantren (Ponpes) yang sedang ditangani Kejati Banten.

Tanpa tebang pilih, maka siapapun yang terlibat di dalamnya harus diproses sesuai hukum. Ulama mendukung Kejati Banten mengambil langkah dan segera menindak para oknum yang terlibat dan menjamin Banten akan tetap kondusif ketika Kejati Banten menegakkan hukum.

Deni, adalah kordinator pemuda dan mahasiswa Indonesia di Banten, menyampaikan keraguan nya lewat keterangan pers nya.

 “Iya, kita ragu apakah Kejati berani menangkap dan memeriksa dalang atau aktor intelektual korupsi hibah di ponpes,” jelas Deni, selaku kordinator JPMI.

Deni menambahkan, JPMI justru dalam hal ini ragu, apakah Kejati Banten berani memeriksa dan memanggil Gubernur dalam persoalan korupsi hibah di ponpes. “Karena bagaimanapun, keterlibatan WH ini ada, bukti pertama yaitu, hasil dari keterangan Irvan Santoso, kalau memang Kejati komitmen ingin mengusut tuntas, segera periksa Gubernur Banten,” kata Deni.

Di katakan Deni, apabila Kejati tidak berani, saran kita biarkan berkas perkara di serahkan ke KPK-RI, pasti pihak KPK segera mengambil alih. “Hari ini, kami mendesak KPK maupun Kejati segera usut tuntas kasus korupsi hibah ponpes dalangnya di duga Petinggi Banten, dan kami melihat penanganan kasus korupsi yang sedang di tangani Kejati ini lamban,” tutup Deni.(09/06/2021)

(SM/team)