SuaraRepublikNews, Maluku- Sekertaris HMI Batpoty: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan ratusan pedagang pasar mardika menggelar aksi demonstrasi di depan kantor walikota Ambon,- Senin, 15 Juni 2020, Pukul 10.00 WIT.

Aksi tersebut berawal dari beredarnya video pedagang pasar mardika yang di perlakukan secara brutal oleh beberapa oknum satpol PP.

Aksi HMI yang melibatkan para pedagang yang merasakan efek secara langsung dari Peraturan walikota tersebut menuntut agar Pemerintah Kota Ambon mencabut atau meninjau kembali Peraturan tersebut, Menolak Relokasi pasar Apung Blok A ke passo, dan menuntut agar Oknum Satpol PP yang mengancam dan melakukan penertiban secara brutal itu di berikan sanksi.

Tindakan brutal dari Satpol PP tersebut tentu tidak dapat di pisahkan dari Peraturan Walikota Ambon No. 16 Thn 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Melainkan merupakan Implikasi dari kebijakan tersebut.

Kebijakan yang menentukan Durasi berdagang hingga pemberlakuan Ganjil-Genap bagi pedagang, hal ini di nilai tidak Relevan juga tidak adil bagi masyarakat Pasalnya pemberlakukan ini hanya di konsentrasikan pada pedagang kecil saja, Ungkap Abd Rahman Rahayaan (Pengurus HMI Cabang Ambon)

Lanjut Rahayaan, Sehingga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon berinisiatif untuk membuka posko yang berlokasi di pasar mardika untuk dapat menyerap langsung keluhan dari para pedagang

Aksi tersebut kemudian di respon oleh sekretaris kota ambon yang menyampaikan bahwa akan meninjau kembali peraturan Walikota tersebut namun kami memberikan rentan waktu hingga dua hari kedepan bila tidak ada progres maka kami akan kembali penuhi kantor walikota dengar jumlah masyarakat yang lebih banyak, tutupnya.Batpoty: ( Wael )