Gunungsitoli-Suara republik News
M.Loi,SE,MM Kepala kantor kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas IV Gunungsitoli, telah melakukan Pemberhentian Tenaga kerja (Pemecatan) terhadap pekerja atas nama Terima Syukur Telambanua pada tanggal 4 mei 2021 dengan alasan TS Telambanua melakukan pungli di wilayah kerjanya Pelabuahan laut Gunungsitoli. 

Pada saat di konfirmasi awak media, M.Loi,SE MM di kantor nya terkait pemecatan Terima Syukur Telambanua (TS Telambanua),   M.Loi SE MM menerangkan : sebagai kepala KSOP Pelabuhan Gunungsitoli membenarkan T S Telambanua sudah tidak lagi bekerja di
Syahbandar sebagai security karna ia nya telah kita di nonaktifkan karna beberapa melanggar disiflin melakiukan pungutan liar di Pelabuhan, Padahal kita sudah sering mengingatkan nya.

Ia nya juga menegaskan siapa saja anggota KSOP yang tidak disiplin dan dengan sengaja kedapatan melakukan Pelanggaran seperti TS Telambanua kita akan disiplinkan , kemudian ia mengatakan kita akan coba untuk membenahi serta membersihkan Pelabuhan laut Gunungsitoli ini dari pungutan liar, terang nya.

Sementara di tempat lain  TS Telambanua mengadakan temu Pers bersama rekan Media di Kantor Hukum Elyder & Rekan Konsultan Hukum Jln. Sutomo Gang Selamat No, 223 A Desa Lasara Bahili ,kecamatsn Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. TS Telambanua menjelaskan
Kepadavrekan Media, bahwa diri nya diberhentikan oleh kepala KSOP Pelabuhan Gunungsitoli terhitung tanggal 4 Bulan Mei 2021, dan saya sebelum nya menjalankan Perintah Kepala KSOP untuk dirumahkan dulu, hingga saya jalankan kurang1 bulan saya menghadap kembali kepada Kepala Kantor KSOP Gunungsitoli mempertanyakan prihal saya,,,dengan memohon kembali untuk bekerja, namun saya disarankan untuk mencari kerja di luar (tempat lain) arti nya saya di berhentikan/ Non aktif.
Padahal saya memohon dengan berbagai cara namun kepala KSOP tetap memberhentikan saya tanpa sepotong surat dan uang pasangon. Untuk itu saya mohon bantuan Hukum di Kantor Hukum.

Terkait Tuduhan Kepala KSOP atas pungutan liar yang saya lakukan, karna Perintah senior saya  AG.dan AT.kedua teman saya ini Pegawai tetap KSOP dan mereka berjanji membantu saya menghadap ke pada Kepala KSOP agar saya di terima kembali tapi tak berhasil.

memang sebelum nya saya di Hubungi lewat Ponsel oleh seorang ASN  bermarga Nainggolan pegawai Ketahanan Pangan Kota Gunungsitoli, terkait Babi ternak yang  datang dari  seberang yang masuk  Pelabuhan Gunungsitoli,   Pak Nenggolan menyampaikan ke saya bahwa akan masuk 3 unit mobil coldisel,, dan ambil uang 200 ribu per unit sebagai uang rokok kalin, tapi jumpai yang nama nya  pak riski,,,kata Nenggolan,  padahal pada saat itu pak nenggolan nelepon  saya,  saya masih  berada di rumah, kemudian
Sampai pelabuhan saya di panggil oleh seneor saya  Asran Gea dan Ampunis Telambanua mereka memerintahkan untuk mengutip uang 200 perunit, mobil bawa ternak babi, sama hal nya dengan telepon pak Nainggolan kepada sàya tadi.
Penagihan terjadi cekcok dan uang belum diambil  akhir nyasaya di panggil di Kantor KSOP terkait pungutan tadi, saya menjadi Korban dan di Korbankan. Ucap si Korban Pemecatan.

Elyder & Rekan Konsultan Hukum  hadir menjadi kuasa Hukum korban Pemecatan sepihak, sebagai kuasa Hukum  Elyfama Zebua,SH menyampaikan kepada Media, pihak nya akan mendampingi Klaen nya untuk menempuh jalur Hukum, kemudian Ely Fama, Zebua,SH menyampaikan bahwa klaen nya bukan Onorer biasa, sebab klen nya memiliki Surat Kontrak kerja sampai Akhir Desember nomor : HK.201/1/7/KSOP.GST-2020  dan surat keputusan pengankatan tugas nomor : KP.004/6/8/KSOP.GST -2020.

Selanjut nya ElyFama mengatakan tak Pantas Merdi, SE, MM menjadi Pimpinan KSOP Gunungsitoli, karna tak  memahami prosedur dan tak paham Undang Undang Tenaga Kerja,,,tegas nya, kepada Media.
(Y.Gea)