Suararepubliknews, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Pak Jokowi kembali mengeluarkan titah keras.

Para jenderal terdiam. Titah sang presiden tak bisa dibantah.

Presiden Jokowi mengingatkan kompetisi global tak mungkin dimenangkan jika tidak ada sinergi dari berbagai elemen di dalam negeri, termasuk sinergi dari prajurit TNI dan Polri.

Titah presiden itu disampaikan kepada perwira remaja TNI dan Polri yang dilantik dalam Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri, di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Pesan Presiden sangat kuat.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang ikut mendampingi terlihat mengeluarkan gestur setuju.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, juga terlihat sama.

“Kekuatan bangsa yang sangat sentral adalah kesatuan dan persatuan. Kita tidak mungkin memenangkan kompetisi global jika tidak ada sinergi yang kokoh di dalam negeri,” kata Presiden.

Ada keberagaman sosial dan budaya yang dimiliki Indonesia. Menurut Jokowi, itu adalah kekuatan Indonesia.

Semangat Indonesia Incorporated disebut harus jadi panglima tertinggi.

“Antara TNI dan Polri dan komponen bangsa yang lain, harus saling bersinergi untuk kebaikan dan kemajuan bangsa,” tambah Jokowi.

Pesan Presiden sangat jelas. Di tengah krisis pandemi covid-19 ini, Presiden meminta kepedulian dan sifat gotong royong harus diperkokoh

Masa sulit krisis ini, juga harus dimanfaatkan untuk memperbaiki cara kerja yang kerap dilakukan, dan mempercepat pengembangan teknologi dan industri di dalam negeri.

“Saya berpesan kepada saudara-saudara untuk ikut berpartisipasi menyelesaikan krisis ini dan belajar dari krisis ini untuk ikut serta memperkokoh kebersamaan berlandaskan Pancasila,” tutupnya.

(Tim)