Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, saat menggunting pita peresmian, Asep Japar, Kepala Dinas P U Kabupaten Sukabumi ( tik oranye )

Kabupaten Sukabumi, Suara republik.News – Ruas jalan Babakan Jaya- Bojonglongok, Kini ” Leucir Ngageleser “. Ruas jalan Kabupaten, yang menghubungkan Kecamatan Parungkuda, Bojonggenteng dan  Parakansalak tersebut, memiliki Panjang ruas jalan secara keseluruhan 6,40 Km (6400m) dengan Lebar 3m.

Hari ini Ruas Jalan tersebut diresmikan oleh Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, ditandai dengan prosesi gunting pita,  Kamis (13/8/2020).

Rombongan Start di Lapang Sepak Bola Bojong Genteng. Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, didampingi KajaRi Kabupaten Sukabumi bersama jajaran, serta perangkat daerah lainnya mengunakan kendaraan bermotor untuk mengontrol hasil pembangunan ruas jalan Babakan Jaya – Bojong longok. Kedatangan Bupati Sukabumi disambut warga dengan antusias dengan menggunakan andong ( kendaraan tranportrasi tradisional ).

Acep Budiman perwakilan dari tokoh masyarakat, menyampaikan ucapan terimakasih atas terbangunnya jalan tersebut, menurutnya awal jalan tersebut terbangun, melalui swadaya masyarakat dengan melakukan gotong royong bersama dengan para kepala desa terdahulu. ” Kami atas nama masyarakat mengucapkan terimakasih atas terbangunnya jalan ini ” ucapnya. Acara inti dilanjutkan dengan pemberian santunan 60 paket sembako untuk anak yatim dan jompo.

H. Marwan Hamami dalam sambutannya, terus menekankan  pentingnya menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin, karena penyebaran Covid-19 masih terjadi dengan masive. ” Kita harus bersama-sama berkomitmen mencegah Covid-19, supaya kondisi cepat pulih dan kehidupan kita kembali normal, harus diketahui Covid-19  menjadi lebih berbahaya jika kena kepada suspect yang memiliki penyakit penyerta seperti jantung, diabetes dan lainnya” jelasnya.

Terkait pembangunan infrastruktur jalan, Bupati menyatalan bahwa wilayah Babakanjaya -Bojonglongok, merupakan wilayah dengan potensi tanah subur dan air yang melimpah. ” Hal itu perlu dikelola dengan baik, didukung dengan infrastruktur yang memadai, jalan merupakan infrastruktur strategis untuk mendukung kesejahteraan masyarakat ” tambahnya.

H. Marwan Hamami juga menegaskan, bahwa infrastruktur yang baik, secara tidak langsung akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ), akibat infrastrukur jalan dan kesehatan, seringkali penyebab angka kematian ibu dan anak. ” Seharusnya pembangunan jalan, sebagaian besar sudah selesai tahun ini, berhubung adanya pengalihan anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19 maka hal itu belum bisa dilakukan” imbuhnya.

Hal penting lainnya,  disampaikan Bupati seperti terobosan untuk pengembangan pertanian dan pariwisata, sesuai dengan potensi yang ada, bahwa Kabupaten Sukabumi bisa menjadi Kabupaten sejahtera dengan pengembangan dua bidang tersebut.

Diakhir amanatnya, H. Marwan H berharap, masyarakat turut berperan serta memelihara dan menjaga infrastruktur jalan yang sudah dibangun, supaya daya guna pakainya berlangsung lama, turut aktif dalam pendidikan anak dan keamanan lingkungan serta bekerjasama mensterilkan lingkungan dari peredaran narkoba.

Menurut KaDis Pekerjaan Umum Kab. Sukabumi, Asep Jafar, dibangunnya ruas jalan  ini oleh PemKab Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum, diorientasikan untuk meningkatkan perekonomian dan memudahkan akses pelayanan masyarakat terhadap fasilitas desa, kecamatan dan pendidikan. “Dilihat dari fungsinya, jalan Babakanjaya – Bojonglongok, merupakan penghubung poros desa dan poros Kecamatan, antara lain Desa Bakanjaya dan Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Desa Cibodas dan Desa Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng serta Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak “, jelasnya.

Peresmian jalan direspon positif banyak pihak, demikian juga dengan masyarakat setempat, mereka sangat antusias dan gembira dengan selesainya pembangunan jalan tersebut. Arya M Suhada ( 35 th ) warga Kampung Bojong Girang RT 03/ 05 mengatakan, ” Alhamdulilah jalan sudah dibangun, dan hasilnya cukup memuaskan. Jalan, sejak saya SD jalan ini terakhir dikeraskan, kemudian hancur lagi kaya “wahan