BURU.SuaraRepublik.News -NURJANA  RAHWARIN.SH.ANGKAT BICARA TERKAIT SERUAN AKSI YANG BERLANGSUNG DI JAKARTA YANG MEMINTAH COPOT DANDIM 1506/NAMLEA JUGA KAPOLRES BURU,YANG MENGATAS NAMA FORUM MAHASISWA ADAT BURU JAKARTA YANG DI DUGA KUAT ADA INDIKASI TERKAIT LEGALITAS STINDITRIF NOT FLEKSABIEL DAN NOT GOVERMENT ORGANITATION ..

DIDUGA KUAT ADA KEPENTINGAN PRIPADI ATAU BEBERAPA INDIVIDU YANG BERDIRI SEBAGAI KORLAP AKSI SAAT DI JAKARTA PERLU SAYA GARIS BAWAHI DENGAN TULISAN BESAR SEBAGAI DASAR KUAT APA YANG SAYA KETAHUI .

Menurutnya FORMAT Jakarta – Buru  saudara IRAWAN sendiri selaku pendiri format dan ketua Wil.Prov.katanya, ini secara tiba tiba ketika lantang aksi di Jakarta pada tanggal 10.Maret 2021 kemarin.

Saya tahu persis Irawan semenjak menjadi dan mendirikan APRI.

 Ujung ujungnya ada kepentingan pribadi kuat pada saat berada di Gunung BOTAK sempat saya ikuti gerakan itu selama hampir 2 bulan di tahun 2017 bahkan Apri pun tidak ada kejelasan, bahkan Irawan sendiri pun terlibat dengan hal hal DAN BLOK KIBED ONE..(kawal pun bisa.).ujar Nurjana SH.

Menurutnya jangan cuma teriak kesalahan kesalahan kecil di pelupuk mata, tetapi kejahatan yang lain juga dia paham, sudah tentu membuat yang lain pun akan terkesima dan tak habis berpikir terkait aksi kemarin di mana korlap aksi sendiri tidak bisa menunjukan dan membuktikan idealismenya.Tetapi sarat kepentingan bribadi.

HAL ini menjadi kecaman untuk saya sebagaimana LEGALITAS STILE STENDING ADMIN FORMAT Ketika aksi di Jakarta saya pun bertanya terkait admin organisasi ini di SEKDA dan KEPALA BIRO HUKUM GUBMAL .. untuk mengkroscek  keberadaan SKT ini tetapi belum ketemu bahkan kayanya belum ada laporan atau surat terkait surat legalitas FORMAT tersebut keras Nurjana

Lanjut-Penambangan emas ilegal di Gunung Botak Kecamatan Waelata, dan Gogorea, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru yang dikabarkan  masih bergeliat, ternyata  hanyalah isu karena ada kepentingan sekelompok yang merasah kodim dan juga polres buru adalah tembok yang selalu menghalangi kegiatan ilegal tersebut.

Hasil pantauan media ini pada lokasi tambang yang dimaksud di Kabupaten Buru yang telah dilaporkan  belum dapat dibuktikan ada aktivitas ilegal di tambang tersebut setelah ditutup paksa pada 15 Nopember 2015 lalu sampai saat ini.

Pasca penutupan pada waktu itu, masih ada riak-riak kecil perlawanan dari masyarakat di sekitar dengan alasan tuntutan perut, sehingga mereka kembali menambang.

Walau tidak seramai di tahun 1012 s/d tahun 2015, ada sejumlah masyarakat masih bertahan di Gunung Botak dan Gogorea, sehingga sering kali membuat aparat keamanan harus bolak-balik  melakukan penertiban juga menyisir semua lakasi tambang tersebut

di era Irjen Pol Royke Lumiwa menjadi Kapolda Maluku, Gunung Botak dan Gogorea benar-benar ditutup paksa sampai hari ini. Beberapa penambang ada yang nekad masuk diam-diam ke lokasi tambang lewat jalur-jalur tikus. Namun bila tertangkap aparat, langsung tangkap dan mereka diproses secara hukum juga disidangkan di PN Namlea kabupaten buru.

Langkah tegas penindakan hukum itu pun masih berjalan sampai hari ini saat Polres Buru diawaki AKBP Egia Febry Kusumaatmaja dan diback-up Dandim 1506/Namlea, Letkol Arh Agus Guwandi.

Sumber di kepolisian menyebutkan, oknum – oknum atas nama APRI yang diotaki Irwan Molle alias Irawan Tambang, juga pernah berusaha memasuki kedua lokasi tambang itu dengan alasan edukasi melatih masyarakat. Namun faktanya, yang diincar adalah hasil emas, sehingga Irwan Molle tidak diberi ijin oleh aparat keamanan untuk beroperasi di sana.sehingga hal itu membuat Irawan selaku pendiri Format buru Jakarta harus menggalang adik” kita yang sedang kuliah untuk melakukan aksi seakan-akan semua itu benar..

aktivitas rendaman emas di Tambang Gogorea yang pernah dilakoni irawan sendiri juga ditutup paksa oleh aparat. Hal itu membuat Irawan yang terduga pelaku pengolahan rendaman emas itu pun arus melarikan diri,dari pulau buru dan berdiam di jakarta.Irwan pun lolos dari jeratan hukum.