Telukdalam-www.suararepublik.news – Polemik melanda Kepala Desa Golambanua II terkait indikasi penyelewengan Anggaran Alokasi Dana Desa terus bergulir. Saat ini berlangsung pengambilan keterangan pihak pelapor dan pihak terkait oleh Inspektorat Kabupaten Nias Selatan. Para tokoh adat, masyarakat, perempuan dan  pemuda yang didampingi oleh Pengurus DPD AKRINDO Kepulauan Nias memasuki ruangan Inspektorat untuk dimintai keterangan tentang laporan masyarakat Desa Golambanua II yang disampaikan sebelumnya, Senin, 22/03/2021 pukul 10.00 Wib.

Saat awak media melakukan konfirmasi kepada para tokoh Desa Golambanua II terkait keterangan yang disampaikan pada pihak Inspektorat Kabupaten Nias Selatan. Salah seorang Tokoh adat an. Faonasokhi Fatemaluo menjelaskan bahwa Osaraoziduhu Laia semenjak menjabat sebagai Kepala Desa Golambanua II tidak pernah mengadakan pertemuan dengan para tokoh adat di desa. Bahkan saking luar biasanya beliau memiliki dua jabatan yang sama-sama memiliki tugas dan beban berat. Dia mengatakan bahwa selain sebagai Kepala Desa juga berperan sebagai Kepala Sekolah di SMA Swasta HOYA SEJAHTERA Kecamatan Somambawa Kabupaten Nias Selatan.

Lanjutnya mengatakan bahwa informasi tentang kegiatan dan dana desa tidak kami ketahui karena pada tidak pernah ada ketransparanan dalam pengelolaan dan kebijakan yang dilakukan tentang anggaran, bahkan beberapa janji yang dulu dibuat saat mencalonkan diri sebagai Cakades jika menang maka sebuah kewajiban untuk dilaksanakan dan ditepati, akan tetapi hal itu hanya omong kosong semuanya. Akibat dari hal itu maka berefek pada kualitas pelayanan kepada masyarakat yang semakin redup serta mempengaruhi kinerja Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai amanat UU No.6 Tahun 2014 dan Permendagri No 83 Tahun 2015, Ungkapnya.

Tokoh masyarakat lainnya an. Soginoto Bawamenewi mengungkapkan bahwa Kepala Desa Osaraoziduhu Laia, S.Pd selama menjabat, pengelolaan dana desa tidak kami ketahui karena sampai saat ini keterbukaan mengenai anggaran tidak ada, bahkan baliho tentang anggaran alokasi dana desa saat ini belum ada. Hal itu sangat penting sebagai papan informasi pada masyarakat tentang besaran dana yang masuk dan dana belanja.

Dia menambahakan bahwa sebagai masyarakat, kami kesulitan jika ada hal-hal yang diurus termasuk administrasi masyarakat karena lokasi tinggal Kepala Desa Golambanua II berada di Desa Sinar Susua yang memiliki jarak berkisar 4 km dari Desa Golambanua II. Mewakili masyarakat kami tidak mau beliau menjabat lagi sebagai Kepala Desa Golambanua II apapun itu alasannya karena kualitas kepemimpinannya mengecewakan kami sebagai masyarakat. Sembari mengakhiri.

Tokoh Pemuda an. Faozatulo Fatemaluo membeberkan bahwa Kepala Desa Golambanua II selama memimpin sebagai Kepala Desa tidak pernah mengadakan pertemuan dengan para Pemuda Desa Golambanua II, ditambah dengan ketidak transparanan anggaran khusus pemuda atau Karang Taruna  sebesar Rp. 15.000.000 (Lima belas juta rupiah).

Hanya pada kegiatan HUT KEMRI 2020 yang telah dibelanjakan untuk kegiatan pemuda yaitu 1 lusin pakaian olahraga, dan sisa anggaran tidak jelas pertanggung jawabannya oleh Kepala Desa.

Saya mewakili pemuda menyatakan bahwa kami tidak menerima dia lagi sebagai Kepala Desa Golambanua II karena bukan hanya melakukan kebohongan dan ingkar janji kemasyarakat tetapi juga diduga mengkorupsikan anggaran ADD dan DD. Itulah alasan mengapa kami tidak mau menerimanya lagi sebagai pemimpin di desa, dengan nada kesal ucapnya mengakhiri.

Tokoh perempuan an. Riang Hati Buulolo menjelaskan bahwa selama memimpin sebagai Kepala Desa pada saat pertemuan perdana, Kepala Desa menyampaikan ke kami bahwa dana untuk kegiatan PKK ada sebesar Rp. 50 000.000 (lima puluh juta rupiah), tapi pada pertemuan berikutnya Kepala Desa mengatakan tidak ada dana untuk kegiatan PKK dananya sudah hangus tanpa sebab, dan bahkan saat itu BPD Desa Golambanua II sempat memprotes kepada Kepala Desa tentang anggaran yang tiba-tiba hi

[24:07, 3/24/2021] +62 813-6260-8225: lang tanpa sebab dan juga pertanggung jawaban yang jelas. Jadi kesimpulannya sebagai tokoh perempuan, saya tidak mau menerima dia lagi menjabat sebagai Kepala Desa Golambanua II karena selain tidak transparan, dalam pengelolaan dana desa tidak jelas laporan pertanggung jawabannya atau dikorupsikan. Tandasnya.

Ditempat terpisah awak media melakukan konfirmasi pada kepada IRBAN III Inspektorat Kabupaten Nias Selatan TZ, terkait surat Inspektorat No : 700/589/ITKAB/2021 tentang permintaan keterangan Para Tokoh di Desa Golambanua II. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya Inspektur  Kabupaten Nias Selatan telah menyurati Kepala Desa, BPD dan terakhir Camat Somambawa untuk mengklarifikasi laporan pengaduan masyarakat desa Golambanua II tentang indikasi penyelewengan dana desa dan ADD tahun 2020, Camat Somambawa telah mengambil langkah-langkah persuasif dalam penyelesaian masalah di desa namun tidak ada hasil verifikasi dilapangan sehingga Camat Somambawa merekomendasikan pada Inspektur Kabupaten Nias Selatan untuk memproses dan menindaklajuti laporan masyarakat, BPD dan aparat desa tentang indikasi penyelewengan dana desa dan ADD tahun anggaran 2020 yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Golambamua II Osaraoziduhu Laia, S.Pd. Ia menyampaikan bahwa ini merupakan langkah yang sudah kita tempuh dan dua hari kedepan akan dipanggil BPD, Sekretaris dan Bendahara untuk diminta keterangan, dan seterusnya kita akan tunggu hasilnya. Cetusnya mengakhiri. ( ES )