Suararepubliknews, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, Tangerang Kota- ironis beberapa waktu lalu Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tangerang menurunkan sejumlah papan reklame.

Pada hari Senin, 25 Januari Wartawati Suararepubliknews dan Tim mengklarifikasi Terkait sejumlah Papan Reklame yang diturunkan DisBudPar Kota Tangerang.

Diterima dengan baik.

Adapun Alasan Diturunkan Papan Reklame di wilayah Kota Tangerang.

Hendrik selaku Kabid Pertamanan dan Dekorasi mengatakan,

1.Diturunkan karna terkait Berizinnya atau tidak atau salah menaruh disitu.

2. Terkait Keindahan Kota Tangerang, dengan Dekorasi ruang tata kota dan ruang menjadi 2 fungsi.

Kita bukan menertibkan, kita menurunkan maksudnya menurunkan ini, Kalau itu salah naroh, harusnya taroh disana bukan disini. Dan kita amankan disini. Biasanya yang punya datang.

Pak punya kita kenapa diturunkan, Ya maap itu punya Bapak punya izin, … Ada… silahkan Bapak ambil lagi dan silahkan Bapak dipindahkan kesana, Ujarnya.

Kalau itu tidak punya izin kan Ilegal, (ya Ibu tahu itu, ujar ke Wartawan) itu harus disita, dimusnahkan. Kalau kita hanya Pengawasan dan menurunkan. Pada saat itu diambil dan diarahkan, kita tidak merusakan, Silahkan Bapak urus izin. Karna kita sedang laksanakan tugas mencapai target PAD Kota Tangerang, Ujar Hendrik.

Pencopotan Papan Reklame Informasi ini didapat dari narasumber inisial GN sebagai pemilik, Dimana reklame yang sudah dibayarkan pajaknya tiba-tiba di turunkan oleh Dinas Budaya dan Pariwisata ( Disbudpar) tanpa ada alasan yang jelas, ia merasa belum pernah mendapat surat teguran atau peringatan dari dinas manapun kalau reklame nya di anggap bermasalah” ucapannya.

Kabid Pertamanan dan Dekorasi, menanggapi “Kita menurunkan reklame hanya untuk mengecek tekait izin dan salah penempatan, karena kita punya fungsi pengawasan untuk reklame.

Hendrik menjelaskan ” Saya menjalankan prosedur sesuai Perwal 56 Tahun 2019 Pasal 17 tentang tupoksi Disbudpar.

Ketika di tanyakan ,  Apakah Fungsi Pengawasan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diijinkan untuk Mencopot dan menurunkan, Jawab Hendrik,  ” Ya sebenarnya itu cara untuk memanggil yang punya Papan Reklame. Kita bekerja sesuai Perwaltusi (Perwal Tugas dan tupoksi ) Disbudpar dan hal itu sudah dijabarkan. salah satu tugas kita Pemantauan dan Pengawasan itu…. hanya Bahasa ………., ” Ujar Hendrik kepada Wartawan Suara Republik News dan Tim.

Apa yang di jelaskan oleh Hendrik dari keterangan yang disampaikan kepada Wartawati Suara Republik News dan Tim Wartawan Tangerang Raya, jelas sangat keliru dan menyimpang dari tugas dan fungsi kewenangannya, karena barang bukti Papan reklame yang di turunkan dan di amankan di kantornya sudah melebih tugas dari satpol PP.

Jelas dikatakan sesuai aturan yang berlaku, bahwa Dinas Budpar hanya diberikan kewenangan untuk memantau dan pengawasan dan tidak berhak mengamankan apa lagi menertibkan suatu barang yang diduga melanggar Perda.

Dimana Kewenangan Untuk Mengeksekusi dan mencopot hanya ada pada Satpol PP sebagai Penegak Perda dan  Penegak produk hukum daerah sesuai Perwal No 62 Tahun 2016 Pasal 9 ayat 7 tentang penyitaan barang apabila melanggar produk hukum daerah. Apalagi disaat Penurunan Papan reklame, Adakah Tupoksi Satpol PP dijalankan.

Sejauh ini untuk Pencopotan, Hendrik menjelaskan, Kita sudah lapor ke Satpol PP Kota Tangerang dan terkait Pencopotan itu Kasatpol PP Keadaan dirinya tidak memungkinkan menjalankan tugasnya.

( Margareth/Tim)