Suararepublik.news-  Kota Tangerang – Suami siri AKP RU yang bertugas di Polres Metro Tangerang Kota, Indra Napitupulu yang merasa di tipu oleh istri sirinya, harus di pecat, persoalannya suami ke empat siri perwira polisi berangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) ini tidak terima atas tindakan istri sirinya tersebut yang menipu dirinya hingga ratusan juta.

Korban Indra Napitupulu saat dihubungi melalui Whatsapp pribadinya, mengatakan dirinya merasa tertipu oleh tindakan mantan istri sirinya tersebut. Terutama saat dirinya sudah terkuras material, malah ingin di tinggal oleh AKP RU yang bertugas di Polres Metro Tangerang Kota.

Atas tindakan tersebut, Indra Napitupulu yang merasa tertipu tidak terima perbuatan AKP R U yang menikah siri hanya untuk meraup harta kekayaan pria asal Medan Sumatera Utara ini. Dengan menikah siri dengan RU dirinya sudah tertipu sekitar ratusan juta dan sangat besar dirugikan.

“Perkiraan saya lebih dari ratusan juta, dengan rincian renovasi rumah tinggal di kawasan karawaci dan curug, Tangerang yang pada akhirnya akan dikuasai mantan isteri. Belum lagi mas kawin 50 gram yang dihilangkanya. Belum lagi soal perhiasan orangtua saya yang digadaikanya berikut uang saya yang saya titip sebesar Rp 130 juta, tapi sudah setahun ini dia janji-janji saja mau kembalikan,” papar Indra Napitupulu.

Atas perbuatan AKP Ru’yah Ulfa ini, dirinya siap membawa kasus ini ke ranah hukum, apabila istri sirinya tersebut tidak ada tindakan dari Kapolres Metro Tangerang. Sebab kasus yang menimpah dirinya merupakan tindakan penipuan yang dilakukan Perwira polisi ini, yang menikah hanya untuk menguras harta benda saja dan setelah itu di tinggal.

“Saya mohon berita ini sampai ke Kapolda Metro Jaya dan Kapolri, agar AKP RU dipecat, karena sudah melakukan tindakan penipuan kepada dirinya,” perintahnya.

Untuk diketahui, seorang pria bernama Indra Napitupulu mengaku dikuras hingga ratusan juta rupiah saat menjadi suami siri keempat seorang oknum anggota Polwan jabatan Kepala Unit Tahanan dan Barang Bukti (Kanit Tahti) Polres Metro Tangerang Kota, AKP RU.

“Saya suami sirih yang keempat, saat menikah dengan Ruy’ah Ulfa sekitar bulan Februari 2017 silam dengan mahar berupa emas 50 gram, tapi dibalik pernikahan itu ternyata isteri, anak dan saudaranya cuma ingin menguras harta saya saja mas,” beber Indra.

Indra bercerita, pernikahan sirihnya dengan anggota Polwan tersebut berakhir kandas satu tahun silam bersama harta bendanya. Setelah menikah dirinya merenovasi rumah tinggal di kawasan karawaci dan curug, Tangerang yang pada akhirnya saat ini dikuasai mantan isteri.

“Ditambah mas kawin 50 gram yang dihilangkanya. Belum lagi soal perhiasan orangtua saya yang digadaikanya berikut uang saya yang saya titip sebesar Rp 130 juta, tapi sudah setahun ini dia janji-janji saja mau kembalikan,” tegasnya.

Tak jarang juga Indra mendapat perlakuan tidak baik dalam pernikahan tersebut, melainkan sering dituduh sang mantan jika ada barang yang hilang.

Betapa kejamnya dia (RU) menuduh saya mengambil Handphone salah satu keponakanya yang saat itu hilang, dan adilnya Allah, seminggu kemudian hati saya digerakan untuk membaca pesan masuk dari dia ke handphone Bustomi salah satu adiknya.

“Bawa dulu bang Indra keluar biar kita eksekusi. Dari situ saya tinggal pergi, karena kata-kata eksekusi itu kan mau dibunuh,” imbuhnya.

Atas alasan dirugikan dan merasa terancam, lndra akan menuntut sang mantan isteri meski harus menempuh jalur hukum.

Sementara Mufidah salah seorang mantan Ketua RW 011, Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang menambahkan, jika pernikahan Indra Napitupulu dengan Anggota Polwan kala itu diperkuat oleh sejumlah saksi.

“Karena waktu itu saya diundang menyaksikan sebagai ketua RW 011 dan banyak juga yang menyaksikan dari tokoh masyarakat salah satunya, Sunarso Parjo dan Maman. Ada juga Kepala KUA, pengurus FKTS kelurahan gerendeng bapak Sukanta dan juga pengurus DKM masjid Al Falahiyah di RW saya,” saat ditemui wartawan di kediamannya.

Sementara itu, H. Muhamad Ridwan, S.Ag selaku Kepala KUA Kecamatan Karawaci membenarkan pernikahan sirih Indra Napitupulu dengan Ruy’ah Ulfa yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Instansi Kepolisian, dan nikah yang belum amandemen.

Disisi lain suami ketiga AKP RU Suypriyanto (43) juga sangat dirugikan  oleh AKP RU. Pasalnya selama tiga tahun kumpul satu rumah tanpa  ikatan pernikahan, menjadikan dirinya terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

“Saya merasa menyesal berhubungan dengan Perwira Polisi berpangkat AKP itu, penyesalannya karena hasil kerjanya selama dengan Ru’yah Ulfah terkuras habis,” pungkasnya.

Apalagi setelah bertengkar pada 3 September 2015 pukul 01.00 WIB lalu. Supriyanto tersangka karena dianggap melakukan penganiayaan terhadap AKP RU.

“Saat saya ditahan itulah RU minta semua harta saya. Mulai dari rumah, mobil sampai dana berupa saham. Saya setuju asalkan perkara ini tidak dilanjutkan dan kemudian dibuatkan kesepakatan di atas bermeterai pada 5 November 2015,” tandas Supriyanto pada saat kejadian tersebut, hingga berita ini diturnkan AKPRU tidak dapat ditemui.

(Sihombing/Tim)