Jakarta, Suararepublik.news – Dalam meningkatkan kesejahteraan petani di tengah Pandemi Covid-19 Kementan (Kementerian Pertanian) dan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) menjalin kerjasama mengoptimalisasi sektor agro di seluruh Indonesia guna percepatan dan pengembangan ekosistem bisnis di bidang pertanian.

Agenda tersebut dilaksanakan di gedung Kementan yang dihadiri oleh  Direktur Pembiayaan Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Indah Megahwati beserta ketua tim percepatan penyaluran KUR Gus Rochim dan Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI Ajib Hamdani beserta pengurus HIPMI lainnya.

Seperti yang dijelaskan oleh Direktur Pembiayaan Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Indah Megahwati  mengatakan, serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor pertanian sangat rendah. Maka dari itu, Kementan  akan mendampingi petani melalui berbagai pihak guna mempercepat penyerapan KUR. Dengan harapan dapat menyediakan ketersediaan pangan dan mensejahterakan petani, serta meningkatkan ekspor.

“Direktorat Pembiayaan tahun ini punya pekerjaan yang tidak mudah, karena Mentan mencanangkan agar kita bisa menyalurkan KUR sebesar Rp50 triliun. Sementara untuk asuransi pertanian, ada satu juta hektar yang harus tuntas tahun ini. Kita harus punya strategi untuk itu,” jelas indah Megahwati saat dikonfirmasi awak media, Senin (31/08/20).

Sementara itu, di sisi yang sama Ketua Tim Percepatan Penyaluran KUR Gus Rochim menjelaskan, dengan melakukan percepatan penyaluran KUR kedepannya akan mempercepat produksi komoditi pertanian. Ia meyakini tidak sampai 5 tahun ke depan, Indonesia akan mampu mengekspor komoditas pertanian.

“Kalau KUR dipercepat, tidak sampai 2045 ekspor akan menguat,” kata Gus Rochim.

Menyambut hal tersebut menurut Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI Ajib Hamdani, dari sektor Agro pertanian mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terlebih jika diberikan stimulus yang optimal tentunya geliat ekonomi Indonesia akan terus meningkat dengan cepat.

“Sektor Agro mempunyai kontribusi sebesar 12% dalam PDB Indonesia. Sehingga membutuhkan percepatan dan pengembangan sistem dan ekosistem bisnis, sehingga semua stakeholder pertanian mendapat nilai tambah positif, serta dalam skala makro nya, sektor agro ini memberikan kontribusi lebih signifikan di PDB Indonesia. Terlebih dalam masa pandemi, Indonesia harus terus mendorong sektor agro sehingga memberikan daya ungkit positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” terang Ajib Hamdani.

Lanjutnya, HIPMI beserta jajarannya menegaskan bahwa dengan sedikit dorongan stimulus dari pemerintah dalam sektor pertanian akan mampu memberikan ekosistem bisnis agro yang efektif dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“HIPMI siap bersinergi dengan Kementan, perbankan (Permodalan), petani dan mitra yang menjadi offtaker, sehingga akan membuat ekosistem bisnis agro yang efektif dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (wan)