Oleh : Drs.M.Siringoringo, M.Pd   Koordinator  Pendidikan  DPP Akrindo & Kabiro Suara Republik News.

Berbicara tentang sampah, masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi apa itu sampah 3 R ( Reuse, Reduse dan  Recycle ) Reuse   berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduse berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Sejak tahun 2015 sampai 2019 Penulis telah menggeluti sampah ini mulai dari  membersihkan sampah dari Kali ,waduk hingga menjadi pemantau di Wilayah Jakarta Timur, Dinas Lingkungan Hidup  DKI Jakarta. Bahkan pernah mengadakan presentasi di Dinas Kebersihan ( nama instansinya waktu itu-red) ketika penulis menjadi sekjen  LSM Fajar Keadilan. judul presentasi : “LSM Fajar keadilan peduli Sampah”.

          Artikel LSM Fajar Keadilan presentasi (SRN)

dihadapan para stake holders Dinas Kebersihan DKI Jakarta, waktu itu, memperagakan/ mempresentasikan    tiga hal, Yaitu, pertama : mengedukasi masyarakat  grass root mengolah sampah menjadi berkah  ‘ kedua Pendampingan masyarakat untuk mengolah sampah dan ketiga kemandirian masyarakat  untuk selalu menjaga kebersihan dengan tanpa membuang sampah ke kali atau ke waduk dan saluran air lainnya. Menanggapi hal  paparan tersebut, Husein kepala bidang  pemberdayaan  SDM Dinas Kebersihan  DKI Jakarta, sangat mengapresiasi program program LSM yang berbasis masyarakat tersebut. Hal ini menunjukkan  kepedulian masyarakat akan sampah. Selain itu penulis juga sebagai anggota Gereja Santo  Servatius  Kampung Sawah  Bekasi memiliki sebuah seksi kategorial  bernama Seksie Lingkungan Hidup Santo Servatius yag kegiatannya mengolah sampah organik dan   un organi menjadi pupuk dan  pupuk ini sudah banyak dipakai oleh umat gereja tersebut untuk memupuk tanaman mereka di lingkungan /pekarangan mereka, bahkan sampai kewalahan memenuhi pesanan para

umat

Kembali ke judul diatas. Kenapa harus ada peringatan hari Peduli Sampah Nasional ? Menurut Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati. Yang dilansir dari  media indonesia.com

Menurxutnya ada tiga tujuan dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 yang akan diperingati 21 Februari mendatang, sebagaimana  Surat Edaran Menteri LHK, Siti Nurbaya tertanggal 1 Februari 2021. Tiga maksud dan tujuan tersebut, menurut Vivien, dalam keterangan pers tertulis, Senin (1/2), pertama, memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan sampah dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi; Kedua, kata Vivien, memperkuat partisipasi publik dalam upaya menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi melalui gerakan memilah sampah. Ketiga, memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi bisnis hijau (green business) dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi. Dirjen Rosa Vivien menjelaskan, Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2021 mengambil tema: “Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi” Pada penyelenggaraan HPSN 2021, Vivien menegaskan, akan memfokuskan pada  kegiatan dilakukan melalui upaya-upaya pengelolaan sampah yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan ekonomi yang dilaksanakan melalui kegiatan Bulan Peduli Sampah Nasional selama Februari 2021. . Bulan Peduli Sampah Nasional akan diisi beragam kegiatan peduli sampah tingkat nasional dan daerah yang dilaksanakan oleh pemerintah/pemerintah daerah, dunia usaha dan elemen masyarakat meliputi pertama, penyelenggaraan peringatan HPSN 2021 di seluruh wilayah di Indonesia dan dilaksanakan secara online. Kedua, membangun partisipasi masyarakat melalui pilah sampah dari rumah sebagai upaya menyediakan bahan baku sampah yang bernilai ekonomi.  Ketiga, membangun partisipasi dan peran industri menjadikan sampah sebagai bahan baku industri daur ulang, sedangkan keemoat, kampanye sampah sebagai bahan baku ekonomi. Pelibatan seluruh komponen Vivien mengatakan HPSN diperingati setiap tanggal 21 Februari untuk mengingatkan bangsa Indonesia bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya. Dalam mengatasi persoalan sampah, pemerintah dan pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, pelibatan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya sangat dibutuhkan