Suararepublik News , Tanggamus – Potret miris dunia Pendidikan di-Tanggamus, adalah M, wanita yang sudah lima tahun mengabdikan diri sebagai pengajar berstatus THL, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pekon Tiyuh Memon Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus, tanpa digaji.

Melalui sambungan telepon dia mengatakan, selama lima tahun dia menjadi pengajar dan membuka tutup pintu sekolah tersebut, tapi belum mendapatkan honor yang layak, jelasnya kepada Suararepublik. Kamis sore (9/7)

Dikisahkannya, selain mengajar aktip tanpa honor, dia juga pernah dimintai uang sebesar 2 juta oleh kepala sekolah setempat, dengan menjanjikan akan mendapatkan SK dari Bupati Tanggamus. Tapi sampai hari ini janji itu tingallah janji.

Menurutnya, di sekolah itu ada 3 pengajar berstatus THL, baru satu tahun terahir terdaftar di dapodik, karena kami mendesakan untuk didaftarkan, itu juga tidak gratis kami dipinta bayar 100 ribu.

“Saya berterima kasih kepada wartawan dan LSM, karena bantuan mereka uang saya yang dulu diminta untuk mendapatkan SK dari Bupati Tanggamus, juga uang tabungan siswa yang sempat dipertanyakan orang tua murid karena dipinjam, sudah dikembalikan, katanya.

Dia berharap kepada Kepala Sekolah ataupun Dinas Pendidikan, untuk memperhatikan nasip kami yang selama ini mengajar tanpa mendapatkan honor yang layak. Menurutnya mereka sudah pernah meminta hal itu kepada Kepala Sekolah, jawabnya kalau tidak mau mengajar lagi silahkan keluar, demikian ujarnya.

Berbeda, saat diwawancarai dirumahnya, Koordinator Kabupaten Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Anhar mengatakan, inilah potret dunia pendidikan di-tanggamus, seorang guru yang notabennya sebagai pendidik yang melaksanakan proses pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan kepada siswa.

Pada kenyataannya terabaikan, bahkan dijadi lahan untuk mendapatkan keuntungan oleh oknum yang tidak bertangung jawab katanya. Karenanya ia mendesak Dinas Pendidikan Tanggamus untuk mengevaluasi sistem yang ada disekolah tersebut.

“Saya berharap akan ada evaluasi sistem pendidikan yang ada di SDN Pekon Tiyuh Memon, jangan sampai ada tenaga pengajar yang luput dari perhatian, apalagi mereka sudah berkeluarga, harapnya.

Suararepublik,  mencoba mengkonfirmasi Kepala SDN Pekon Tiyuh Memon, Nurhayati dengan no 08521650xxxx aktip belum diangkat.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangannya.(Suhaili)