TULUNGAGUNG-SUARA REPUBLIK.NEWS – Badan kepegawaian daerah (BKD) Kabupaten Tulungagung melalui kepala bidang Data dan Informasi Siti Baroroh dan Sekretaris Abuzen menyatakan terkait chekclock fingerprint yang ada ditingkat sekolah dasar yang berkaitan dengan liburnya sekolah dasar di wilayah UPT  Pendidikan Pagerwojo.

Mereka kelihatan terkejut ketika dimintai pernyataan ada sekolah yang meliburkan siswanya demi rapat koperasi dan absensinya tetap dianggap masuk kerja.

“Untuk absensinya guru di sekolah dasar masih dilakukan secara manual dikarenakan keterbatasan anggaran sehingga hanya sampai setingkat SMP yang sudah bisa melakukan fingerprint.Pengelolaannya masih dbawah naungan dinas pendidikan bagian kepegawaian,jadi daftar hadir tersebut dibawa ke bkd oleh dinas pendidikan perbulan”ungkap siti baroroh.

“Sedangkan kinerja guru  pengawasannya ada di bagian kepegawaian dalam dinas pendidikan,sehingga kalau dari dinas terkait tidak membuat surat laporan yang ditujukan ke bkd,pihak bkd juga tidak bisa mengambil tindakan yang semestinya”jawab siti ketika ditanya perihal sanksi yang diambil dengan adanya hal tersebut.

“Harusnya mereka tahu tugas pokok dalam pekerjaannya apa karena gaji mereka berasal dari pajak yang dibayar oleh masyarakat”kata siti menutup pernyataannya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari bagian kepegawaian dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten tulungagung terkait kebijakan meliburkan sekolah di wilayah upt pendidikan pagerwojo untuk mengikuti rapat koperasi.(ok/lg/kbt)