Jakarta, Suararepublik.news – Aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law RUU Ciptaker di depan gedung DPR/MPR, Jakarta berujung kericuhan, Kamis (16/7/2020) malam. Sebelum bubar massa sempat melempari botol minuman ke arah polisi yang berjaga.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.24 WIB. Tidak hanya botol plastik, massa juga terlihat melempari botol kaca ke arah polisi.

Beruntung tidak ada anggota polisi yang terkena lemparan itu. Aksi lempar-lemparan ini berlangsung selama beberapa menit.

Selain melakukan pelemparan, mereka pun melakukan aksi pembakaran beberapa benda di lokasi mereka berunjuk rasa.

Dari sisi seberang Tol Dalam Kota, massa juga melempar petasan ke arah polisi yang berjaga. Belum diketahui massa dari mana yang melakukan aksi tersebut.

Sebelumnya, sekitar pukul 16.35 WIB, massa juga melempar botol dan merusak kawat berduri yang dipasang aparat kepolisian. Meski demikian, aksi ini tidak berlangsung lama karena melalui pengeras suara, orator dan polisi meminta massa untuk tidak melakukan provokasi.

Diketahui, elemen buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi di depan Gedung DPR/MPR hari ini. Mereka menuntut agar DPR menghentikan pembahasan RUU Ciptaker.

Selain mereka, Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI  juga menggelar demonstrasi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, untuk menuntut pencabutan RUU HIP dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Massa ini sudah bubar sejak pukul 15.15 WIB.

Hingga berita saat ini, aparat kepolisian masih berjaga dan lalu lintas di depan Gedung DPR belum dibuka ( SRN )