Developer raksasa Lippo Group sedang mengembangkan sebuah kota baru berkonsep mandiri, bernama Meikarta, yang terletak di Cikarang, Jawa Barat. Sebagai kota mandiri, berbagai fasilitas Meikarta terintegrasi dengan hunian.

Dibangun di atas lahan seluas 500 hektar Ha (tahap awal) dan dengan nilai investasi sebesar Rp 278 triliun. Selain membangun perumahan, 250 ribu unit apartemen yang terbagi dalam 15 tower, akan dibangun juga berbagai fasilitas kelas dunia bagi para penghuninya.

“Kami bukan hanya membangun real estate atau apartment, tapi membangun kota yang lengkap, yang akan dijadikan dalam jangka waktu cepat sekali, mungkin tiga sampai lima tahun tahun kemudian kita bisa lihat sudah mulai jadi,” terang Chief Marketing Officer Lippo Homes Jopy Rusli dalam Konferensi Pers Grand Launching Meikarta di MaxxBox, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (17/8 2017).

Beberapa Fasilitas Meikarta yang Ditawarkan

Central Business District (CBD) Orange County

Penampakan Central Bussines Distrik (CBD) Manhattan New York AS di malam hari (sumber: wikipedia) 

Orange County yang sedang dibangun Lippo Group merupakan pusat bisnis dan komersial di dalam Meikarta. Kawasan terpadu ini luasnya 500 hektar dengan konsep internasional.

Dibanderol mulai dari Rp 6 Jutaan per bulan, CBD ini meniru konsep salah satu kawasan di California, Amerika Serikat. Di sana warga Amerika, Jepang, dan China dapat berbaur secara harmonis. Inilah yang ingin diadopsi oleh Lippo Group di CBD Orange County.

Central Park

Lippo Group juga merupakan fasilitas premium seperti di New York, Amerika Serikat. Central Park merupakan kawasan terbuka hijau seluas 100 ha yang memiliki banyak fungsi. Beberapa diantaranya, sebagai paru-paru kota Meikarta, area resapan air, sebagai tempat rekreasi, tempat bermain anak, bahkan bisa juga untuk berolahraga.

Tempat ini juga bisa dijadikan ajang sosialisasi bagi para penghuni dan non penghuni. Jadi, bagi warga sekitar, atau siapapun yang bukan penghuni yang hendak berolahraga, berekreasi dan sebagainya, boleh-boleh saja memanfaatkan fasilitas ini.

Taman ini nantinya juga akan diisi berbagai jenis tanaman dan bahkan ada kebun binatang mini, dan ada danau buatannya. Danau ini mampu menampung 300 ribu m2 air yang bagus untuk menanggulangi banjir.

Pusat Kesehatan & Rumah Sakit Internasional

Lippo Group berjanji membangun fasilitas kesehatan berkualitas terbaik buat penghuninya. Nantinya warga Meikarta akan dilayani oleh Rumah Sakit Siloam.

Dalam hal ini Lippo memang sudah berpengalaman puluhan tahun. Seperti kita ketahui Rumah Sakit Siloam memang dibangun oleh Lippo Group.

Sebagai pengetahuan, Rumah Sakit Siloam kini telah memiliki 31 cabang, rumah sakit klinik spesialis, dan pusat pengobatan kanker.

Rumah Sakit ini diketahui juga sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang berhasil meraih akreditasi international dari lembaga akreditasi Joint Commission International Accreditation Standards for Hospitals. Rumah sakit ini juga tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2013.

umah_sakit_siloam_karawaci_tangerang

Rumah Sakit Siloam Karawaci Tangerang, salah satu dari puluhan rumah sakit yang dibangun Lippo Group (sumber: siloamhospitals.com)

Fasilitas Meikarta: Pendidikan

Fasilitas Meikarta lainnya adalah institusi pendidikan yang terintegrasi. Kepedulian Lippo Group terhadap dunia pendidikan bukan setengah-setengah. Nanti di Meikarta akan berdiri 100 sekolah dasar level internasional dan nasional plus, mulai dari TK, SD, SMP, hingga 50 SMA, dan universitas ternama.

Lippo akan mengundang sekolah dan universitas kelas internasional dan universitas negeri ternama ke Meikarta, seperti  Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bogor dan Universitas Gajah Mada. Selain itu akan berdiri juga Universitas Pelita Harapan.

Suasana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Akankah UI hadir di Meikarta?

Selain untuk warga lokal, UPH nantinya juga akan menampung kebutuhan pendidikan bagi para ekspatriat yang banyak bekerja di kawasan industri Cikarang.

Perpustakaan Nasional juga hendak dibangun di Meikarta. Keberadaannya adalah demi  memenuhi kebutuhan informasi para penghuni maupun pebisnis di Meikarta. Rencananya perpustakaan luasnya 5.400 meter. Biayanya pun tak tanggung-tanggung Rp 50 miliar. Dijamin koleksi bukunya lengkap.

Pusat Riset Industri & Silicon Valley

Ini merupakan Silicon Valley-nya Indonesia. Mengapa demikian? Silicon Valley merupakan sebuah tempat di San Fransisco Bay Area, California Amerika Serikat. Tempat ini disebut-sebut sebagai ibukota bagi perkembangan teknologi dunia.

Di sana banyak berdiri perusahaan teknologi informasi, mulai dari startup (perusahaan yang baru merintis) hingga yang sudah lama berdiri, seperti Google, Facebook bahkan Youtube. Lippo Group teriinspirasi untuk mendirikan hal serupa di Meikarta.

Nantinya Silicon Valley-nya Indonesia ini adalah tempat untuk menunjang kegiatan operasional dan aktivitas bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi digital, pusat pengembangan teknologi informasi, termasuk institusi pendidikannya.

Silicon Valley California

International Exhibition Centre

Fasilitas Meikarta ini seperti Jakarta Hall Convention Centre. Yang membedakannya adalah daya tampungnya. International Exhibition Centre mampu menampung 200 ribu orang, sedangkan JHCC “hanya”  berkapasitas 15 ribu orang saja.

Hotel Bintang Lima

Sebanyak 10 hotel bintang lima rencananya dibangun di Meikarta, seperti The Ritz Carlton, ST Regis, Hyatt. Lippo Group sudah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Langham yang sudah pengalaman bangun hotel-hotel mewah di London dan beberapa negara lain.

Transportasi Grid System

grid system transportation Meikarta

Meikarta akan menerapkan sistem transportasi seperti di New York dengan grid systemnya. Ini merupakan cara yang efektif untuk nantinya menghasilkan lalu lintas di kota Meikarta yang lancar.

Banyak manfaat dari grid system ini. Mengamankan pejalan kaki dan pengemudi kendaraan dari kecelakaan, kemudahan dalam mengakses tujuan (pengendara bebas memilih berbagai rute untuk menuju sebuh tempat), perpindahan bisa dilakukan dengan cepat, dan yang paling utama ya itu tadi, penumpukan kendaraan tidak akan terjadi, alias no macet.

Untuk merealisasikan harapan tersebut, nantinya  di setiap pusat perbelanjaan dan kegiatan bisnis akan selalu ada jalan-jalan utama dua arah (avenue). Jalan tersebut akan terkoneksi dengan jaringan jalan yang menghubungkan blok-blok bangunan di Meikarta.

Jalan-jalan diatur sedemikian rupa penggunaannya berdasarkan kecepatan kendaraan. Ada jalan untuk kendaraan yang melaju cepat, sedang, maupun pelan. Hal ini agar kemacetan tidak terjadi.

Lalu akan ada jalan susun bertingkat empat. Paling atas khusus untuk pejalan kaki, yang menghubungkan 278 tower yang ada di Meikarta. Makanya tidak perlu lagi membangun trotoar di jalan-jalan Meikarta.  Di bawahnya merupakan jalur untuk para penghuni. Di sini juga akan dibangun tempat parkir bagi penghuni.

Di tingkat kedua jalan khusus bagi yang ingin menikmati fasilitas-fasilitas umum di Meikarta. Sedangkan paling bawah adalah untuk kendaraan yang hanya numpang lewat (tanpa berhenti). Jalan ini juga didesain juga bagi kendaraan besar, truk dan bus. Di jalur ini juga akan dibangun stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung, kereta ringan (LRT) Bekasi Timur-Cawang, dan monorail untuk internal Meikarta dan kawasan di sekitarnya.

Pusat Perbelanjaan & Komersil

Lippo Group akan membangun area komersil yang akan diisi sepuluh pusat perbelanjaan (mall)  dengan total luasannya mencapai 1,5 juta meter persegi.

Terintegrasi Dengan Infrastruktur Pemerintah

Ini sesungguhnya bukan fasilitas Meikarta, dalam artian dibangun sendiri oleh Lippo. Meikarta nantinya dikelilingi oleh berbagai proyek infrastruktur pemerintah. Mulai dari jalan layang, LRT, jalur kereta cepat, Pelabuhan Patimban juga Bandara Kertajati. Hal ini agar akses keluar-masuk Meikarta bisa dicapai dengan mudah.

Baca juga: Meikarta Punya Daya Tarik Luar Biasa