Anies Sebut 2,4Jt Keluarga tak Dapatkan Kesejahteraan Terkait Covid-19

Jakarta,Suararepublik.news – Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, menyikapi ungkapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat tampil sebagai pembicara pada silahturahmi daring di Jaringan Alumni Timur Tengah (JATTI), Sabtu, 6 Juni 2020, Anies mengakui ada 2,4 juta keluarga tidak bisa menjalani kehidupan normal jika tidak dibantu negara. Saat pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk Jakarta

”Ternyata bencana ini tampaknya membangunkan kesadaran baru bagi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan” , ujar pakar komunikasi Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing  dalam rilis tertulis yang diterima redaksi Topin.id

Emrus Sihombing menyampaikan, berdasarkan data di atas, dengan asumsi satu keluarga terdiri dari empat anggota keluarga, maka jumlah penduduk Jakarta belum bisa menjalani kehidupan normal, sekitar 9,6 juta jiwa. Jika proyeksi penduduk Jakarta tahun 2020 berkisar antara 9  hingga 10 juta jiwa, maka secara kuantitatif dapat disimpulkan mayoritas mutlak (9,6 juta jiwa) warga Jakarta tidak berada pada ketegori bisa menjalani kehidupan normal, khususnya bidang kesejahteraan ekonomi.

Menurut Anies, sebagaimana dimuat di berbagai media massa,  itu sebagai persoalan keadilan yang belum merata di masyarakat, sekalipun pembangunan telah dilakukan  berdekade-dekade, ternyata  belum memberikan manfaat bagi semua. Artinya, pesan yang ingin disampaikan oleh Anies bahwa ada 2,4 juta keluarga tersebut tidak mendapat keadilan, terutama bidang kesejahteraan ekonomi, ujar Emrus.

Pendapat Anies di atas baru menggunakan kacamata kuantitatif. Lebih dalam lagi bila Anies melihat dari aspek kualitatifnya yang merujuk pada sila kelima dari Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Artinya setiap WNI, tak terkecuali setiap warga Jakarta, sama sekali tidak boleh tidak memperoleh keadilan sosial itu, termasuk  perolehan kesejahteraan ekonomi. Nyatanya, masih ada  2.4 juta belum memperoleh keadailan itu, jelas Emrus.

Oleh karena itulah, tugas pemimpin publik, termasuk Gubernur DKI Jakarta, memikul tangungjawab dan tugas luar biasa yang diamanatkan oleh Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, salah satu yang utama, kesejahteraan ekonomi bagi seluruh warga, tanpa kecuali, tegas Emrus.

Menurut catatan EmrusCorner, Anies dilantik dan diambil sumpah  sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo, Senin,  16 Obtober 2017. Dengan demikian, hingga sekarang, Anies setidaknya sudah menjabat Gubernur DKI Jakarta sekitar 2,5 tahun, atau setengah masa jabatannya.

Sangat disayangkan, setelah separuh masa jabatannya berlalu baru muncul kesadaran baru bahwa moyoritas keluarga warga Jakarta  berada pada ketegori yang tidak bisa menjalani kehidupan normal. Itupun baru disadarinya karena bencana Covid-19 melanda Jakarta. Jika tidak ada Covid-19, saya berhipotesa masalah ini tidak pernah terungkap.

 “Saya menyarankan, janganlah rakyat kecil atau kemiskinan selalu dijadikan komoditi politik sebagai bahan kampanye gubernur DKI Jakarta, karena toh seperti yang disampaikan Anies terhitung  ada 2,4 juta keluarga yang kesejahteraan ekonominya  terabaikan, keberadaan masalah kesejahteraan keluarga yang  terabaikan ini dimungkinkan terjadi atas abainya seorang pemimpin dan pemimpin itu adalah  Anies sendiri”,  tegas Emrus.

 “Jika Anies ingin tampil sebagai pemimpin sejati beliau harus membuat program kesejahteraan, dimana  2,4 juta keluarga yang tidak sejahtera  tersebut menjadi prioritas sangat utama di setengah terakhir massa jabatannya.

Skema pendanaannya bersumber, antara lain, tunda atau tiadakan proyek fisik tidak urgen (seperti membuat formula di Monas, dsb); evaluasi, kurangi atau hapus fasilitas, tunjangan  pejabat PNS dan BUMD DKI Jakarta;  bisa saja bubarkan TGUPP (Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan) dengan memberdayakan seluruh dinas-dinas yang ada; alihkan fasilitas dan tunjangan Gubernur; dan lain sebagainya”, saran Emrus

“Jika di sisa separuh kedua masa jabatan sebagai Gubernur DKI Anies mampu mewujudkan program dan pencapaian program tersebut terukur,  sehingga mampu memberikan  kesejahteraan bagi  2,4 juta keluarga Jakarta yang Anies sebut itu mampu menjalani kehidupan normal. maka dia Anies Baswedan termasuk pemimpin sejati, berkata adil dan berbuat adil”, jelas Emrus. ( SRN )