Jakarta, Suararepublik.news – Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai ada sesuatu atau komunikasi yang salah dari tim komunikasi pemerintah ketika menyampaikan bahaya COVID-19 sehingga terjadi penolakan tes bahkan pengambilan paksa jenazah terpapar virus tersebut.

“Saya katakan ada yang salah sebagai seorang komunikolog, saya akan bertanggung jawab secara akademik,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Seharusnya, ujar dia, tes cepat yang dilakukan pemerintah membawa dampak positif bagi masyarakat namun karena adanya kesalahan tadi mengakibatkan terjadinya penolakan. “Yang gagal adalah tim komunikasi manajemen pemerintah,” katanya.

Ia mengakui dari kritik yang dilontarkannya bakal ada pihak yang kurang berkenan menerima. Namun, karena hal tersebut menyangkut nyawa manusia maka perlu disampaikan kepada pemerintah.

Salam,

Emrus Sihombing

0812 8689 8015