Suararepublik.com – Eliyunus Waruwu ditengah kesibukannya bertindak sebagai pelayan menghadiri sejumlah pertemuan disejumlah komunitas warga Nias Barat, sembari keliling untuk mendeteksi persoalan nyata yang sedang dialami warga.

Dalam waktu yang sedikit itu karena terdesak melayani antrian pengunjung di rumahnya di Desa Ambukha Kec. Lolofitu Moi, sejenak terlihat beliau merenung, sedih bahkan naluri tulusnya menguraikan:

1. Masyarakat kita hidup dalam kultur adat, naluri untuk saling tolong menolong sudah tertanam dalam diri, tetapi hal itu dibatasi oleh keadaan ekonomi, untuk itu saya sudah berjanji pada diri sendiri, selain program prioritas lainnya maka seandainya Tuhan menolong kami kelak dipastikan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa pilih kasih menajadi keharusan, sehingga pada gilirannya warga kita dapat menikmati hidup layak dalam dunia nyata.

2. Disejumlah Desa masih banyak rumah warga kita kategori “Tidak Layak Huni” sungguh sedih rasanya, lagi lagi seandainya Tuhan menolong kami kelak, maka kami pastikan program “Bedah rumah tidak layak huni” menjadi keharusan, kami lakukan tanpa pilih kasih, kalau anggaran APBD kita terbatas, maka kami pertaruhkan segalanya untuk kerja sama dengan pemerintahan pusat melalui kementerian.

Selain program prioritas kami lainnya, silahkan dicatat apa yang sudah kami janjikan atas pertolongan Tuhan Pasti kami laksanakan, sebab janji itu adalah UTANG & DOSA bila diabaikan, tandas Eliyunus Waruwu sambil mohon maklum atas waktu sesingkat ini,

sembari menemui sejumlah tamu yang sedang menunggu antian. (Tim)