Gunungsitoli, Suararepublik.news – Selasa, 10 November 2020, pukul 11.30 WIB sejumlah elemen masyarakat diterima oleh kapolres Nias dalam rangka menanyakan perkembangan kasus yang dialami oleh MW saat berada dilokasi bersama demonstran di depan kantor dinas kesehatan kabupaten Nias.

Bu Josua mewakili Forum osseda Peduli Nias, menyampaikan bahwa hadir untuk memberikan dukungan serta advokasi  dan sekaligus menanyakan sejauh mana dan bagaimana proses masalah yang telah menimpa diri MW,  saat terjadi demonstrasi, kami mau mengawal  sampai masalah ini tuntas dan tidak merugikan pihak manapun

Ketua Dewan Pimpinan Daerah AKRINDO kepulauan Edison Sarumaha, S.Pd menyampaikan bahwa kehadiran DPD AKRINDO Kepulauan Nias sebagai bentuk dukungan pada korban kekerasan yang dialami oleh saudari MW, dan pada prinsipnya DPD AKRINDO merupakan mitra polres Nias maka kami berperan memberi masukan saran koreksi dan kritik bila mana hal tersebut diperlukan, sehubungan dengan situasi yang berkembang saat ini maka kami berharap supaya ada tindakan tegas dari pihak polres Nias dalam menyelesaikan masalah ini, karena ada ungkapan masalah besar diperkecil dan masalah kecil diselesaikan dengan baik sehingga penanganan kasus ini semua pihak diperlakukan adil, sehingga isu ini berhenti dan polisi sebagai pelindung, pengayom dan pengaman tetap berada pada posisinya sehingga citra negatif tidak melekat pada institusi kepolisian hanya karena oleh oknum yang tidak profesional dalam menjalankan tugas di lapangan.

Ketua Gerakan Daulat Desa Agustinus Hulu menyampaikan bahwa saat ini sudah mulai ada riak-riak ditengah-tengah masyarakat dan hal ini akan berbias tidak baik ke depan maka kami berusaha memediasi masalah ini sehingga hal tersebut tidak berkembang pada hal yang negatif. Supaya masalah ini sampai pada penyelesaian secara terang benderang, sehingga bisa disampaikan pada masyarakat bahwa hal tersebut telah diselesaikan dengan baik sehingga masalah ini tidak mencoreng adat yang ada di Nias dan juga institusi kepolisian hanya karena ulah seorang oknum.

Sri Laia SH Pengacara MW menyampaikan bahwa proses hukum terus berjalan, keberadaan klien sangat prihatin saya berdiri di samping MW hanya masalah sosial dan kemanusiaan dan lebih kearah jender, pada saat mau menyampaikan laporan ternyata pelaku sudah diproses dipropam, jadi ini merupakan satu keseriusan dari polres Nias, namun tetap akan mengawal proses hukum yang berjalan, maunya korban dipertemukan dengan pelaku, kalau mau berdamai maka dipastikan ada sesuatu hal yang salah, kalau masalah sanksi yang akan diberikan kepada pelaku hal tersebut kewenangan kapolres yang tidak bisa di intervensi, kalau difasilitasi untuk satu perdamaian maka dari keluarga siap saja karena ada ungkapan hanya orang yang tidak waras saja yang tidak mau baik.

Ketua Tim Investigasi DPD AKRINDO Kepulauan Nias Melianus Laoli menyatakan bahwa pihak Kepolisian pada hakikatnya sebagai pelindung, pengayom dan pemberi rasa aman bagi semua elemen. Dan jikalau peristiwa ini telah melibatkan oknum Kepolisian berupa pemukulan kepada para demonstran apalagi ini perempuan maka secepatnya diambilkan solusi. Sebagai institusi yang sudah dipercaya masyarakat maka kepercayaan itu tidak bisa didiamkan begitu saja.

Kita berharap kepada Kapolres Nias untuk memberi efek jera kepada oknum pelaku dan n kesalahan yang sudah dilakukannya dengan meminta maaf kepada khalayak publik, ujarnya.

Kapolres Nias dalam pemaparannya mengatakan bahwa memang sampai saat ini pelaku pemukulan masih belum diketahui identitasnya. Namun yang sudah diproses justru saat itu ia mengatakan melindungi MW dan tidak ada memukul seperti yang dituduhkan. Dan MW sendiri tidak tahu siapa pelaku yang sebenarnya. Sebelumnya dalam kejadian yang terekam dan tersebar masih dalam tahap penelusuran lebih lanjut.

Pada awalnya kita mengharapkan proses perdamaian ini segera dilakukan agar tidak berkepanjangan. Semua pihak agar mendukung hal ini demi menjaga kondusifitas masyarakat. Sebagai pimpinan di Polres Nias ini tetap berusaha agar masyarakat merasa nyaman dan aman bahkan kita membuat masyarakat merasa tidur nyenyak tanpa gangguan dari manapun. Sebelumnya beberapa pernyataan di media sosial yang sengaja atau tidak disengaja terkait aksi demo ini yang sedikit menyita perhatian untuk tidak ditanggapi terlalu serius karena itu bisa menyita energi dan konsentrasi kita untuk melaksanakan kegiatan kita, pungkasnya.

Diakhir kegiatan jajaran ormas, media dan Polres Nias melakukan foto bersama  dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.

(Es)