Suararepublik News – Tiga guru dengan status Tenaga Harian Lepas (THL) yang selama 5 tahun hanya menerima honor Rp 200 ribu/3 bulan atau tak sampai Rp 70 ribu/bulan di SDN 1 Pekon Tiyuhmemon, mendapat tanggapan serius Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Tanggamus, Aswen Dasmi.

“Honor yang diterima itu sangat-sangat tidak layak kalau kita ukur standar kebutuhan manusia. Karenanya akan kita lihat dulu kemampuan keuangan dan kebutuhan sekolahnya,” ujarnya, Senin (13/7).

Dia mengatakan sudah menugaskan Kepala Bidang Ketenagaan, Helvin Rianda untuk memanggil kepala sekolah yang bersangkutan, untuk menindaklanjuti permasalahan itu.

“Nanti akan kita evaluasi, akan kita upayakan agar mereka bisa mendapatkan honor yang layak, harus ada kebijakan dari sekolah, merekakan mengabdi disana masa tidak diberi honor yang layak,” ujarnya.

Kaitan pendaftaran Data Pokok Pendidik (Dapodik) itu gratis, karena sudah menjadi kewajiban sekolah untuk mengisinya, kalau sudah memenuhi sarat harus didaftarkan. Jadi kalau ada pungutan itu jelas salah.

“Nanti akan kami konfrontir kedua belah pihak. Akan kita lihat tingkat kesalahannya, sanksi apa yang layak kita berikan, sanksi bisa sampai diganti kepala sekolahnya,” tegas Aswen.

Saat ditanya, Kepala Bidang (Kabid) Ketenagaan Disdik, Helvin Rianda mengatakan sudah mengagendakan pemangilan Kepala SDN 1 Pekon Tiyuhmemon, Rabu (15/7) untuk didengarkan keterangannya.

“Kalau hasil pemeriksaan ditemukan ada pungutan juga ada aturan yang dilangkahi, akan direkomendasikan kepemimpinan untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya.(Suhaili)