Nias Selatan, suararepublik.news – Pembangunan jembatan idane eho kecamatan Amandraya kabupaten Nias Selatan, yang telah longsor  akibat banjir yang terjadi tahun 2020 yang lalu, pemerintah pusat melalui kementerian PUPR direktorat jendral bina marga langsung sigap dan tanggap membangun jembatan darurat.

“sehingga roda perekonomian dari arah Nias tengah menuju pusat kota Nias Selatan yaitu teluk dalam dapat berjalan dengan lancar, sehingga target penyelesaian tepat waktu yang telah di tentukan jembatan darurat eho tersebut dapat terlaksana dibawah kepemimpinan PPK 3.6 saat itu pak Samosir,”.

Namun perhatian pemerintah pusat dalam hal ini kementrian PUPR direkturat jenderal bina marga, tak mau terhenti sampai disitu sehingga menganggarkan kembali anggaran pembagunan jembatan permanen, yang bersumber dari APBN murni tahun 2021 dengan pagu dana Rp 13.703.103.000,untuk menunjang dari jalannya perekonomian masyarakat dapat berjalan dengan lancar.

Berdasarkan pantauan beberapa media di lapangan bahwa, untuk pembangunan jalan utama masih dalam tahap penggalian tanah, selaku pihak PPK 3.6 Pak Samosir sebelumnya Tahun 2020 ia menyampaikan kepada media pada saat itu ia mengatakan, bahwa untuk pengerjaan jembatan utama akan selesai tahun 2021 mendatang.

Namun ketika PPK pak Samosir telah di pindahkan dan digantikan PPK 3.6 yang baru jembatan idane Eho utama Realita di lapangan di tahun 2021 ini masih sama seperti di Tahun 2020 yang lalu.

Sebelumnya awak media telah menghubungi  Pak Anzu Manurung sebagai korlap 3.6 melalu via WhatsApp namun ia tidak menjawab dan di chat melalui via WhatsApp ia juga tidak peduli, artinya pihak PPK 3.6 provinsi Sumatera utara satker pelaksanaan jalan Nasional wilayah lll mengabaikan media, Selasa 3/8/2021.

(Ed)