Tulungagung, Suararepublik.news- Pembangunan Gedung Paud Senilai Rp. 257.057.844,19 di Kelurahan Kedungsoko Kecamatan Tulungagung  Kabupaten Tulungagung Diduga dikerjakan tanpa adanya kesesuaian dengan perencanaan yang dibuat.

Hal tersebut terungkap ketika klarifikasi dengan pihak Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) diruangannya. Kepala Kelurahan selaku pejabat PPK terkesan melempar tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan tersebut kepada pihak unit layanan pengadaan ( ULP ) ketika dimintai keterangan terkait penggunaan K3, semen, besi, dan beberapa perangkat pendukung untuk pekerjaan bangunan tersebut. “Untuk teknis pelaksanaan pekerjaan tersebut yang bisa menjelaskan bagian ULP” ujar Agung.

“Kalau semen yang digunakan karena didalam perencanaan tidak disebutkan merk dagang sehingga bisa memakai semen merk apa saja” kata Agung menjelaskan penggunaan semen untuk bangunan tersebut karena ditemukan ada 2 merk yang digunakan. beliau juga mempersilahkan untuk datang ke ulp biar lebih jelas.

Oki pejabat yang membidangi ULP menyatakan terkait pembangunan tersebut ketika ditemui diruangannya.

“Untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut seharusnya pihak PPK, Konsultan Pengawas dan Pelaksana yang bisa menjelaskan karena laporan pekerjaan tersebut mereka yang berwenang, kalau secara mekanisme awal sebelum pekerjaan dimulai pihak ULP bisa menjelaskan” ujar oki.

“Terkait prosedur penetapan rekanan sesuai metode yang dipakai untuk menentukan pemenang pekerjaan tersebut ada disini ( ULP ) kalau pelaksanaanya sudah sesuai perencanaan atau tidak mereka yang mengetahuinya karena perencanaan pekerjaan tersebut dari awal sudah diberikan semua” kata oki menambahi.

Menutup pernyataannya beliau menegaskan terkait tugas dan wewenang masing masing pejabat pengadaan barang dan jasa.

Kurang pahamnya tugas dan wewenang masing-masing pejabat pengadaan barang dan jasa diduga menjadi alasan dalam pelaksanaan pekerjaan bangunan tersebut. ( YPS/YO )