Namlea SuaraRepublik.News-Salah satu oknum DPO Polres Pulau Buru , Irawan HM saat ini diduga telah kembali melakukan kegiatan di lokasi Penambangan Emas Tanpa izin gunung Botak dengan cara bergambung dengan salah satu pelaku  kegiatan jenis Tong Milik Matri Mole alamat Jalur B desa persiapan Wabsait kecamatan Waelata Kabupaten Buru.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Media ini , Di Tahun 2020 Lalu  Kapolsek Waeapo bersama anggota pernah melakukan penangkapan Kegiatan jenis Rendaman di lokasi PETI Gogorea  kegiatan tersebut diduga milik Saudara  Irawan HM Cs .

Saat penangkapan kala itu ,dilokasi ditemukan Barang bukti yakni , satu bak rendaman yang telah berikan Material pasir dan karung yang bertuliskan nama Saudara Irawan.H.M

Saudara Irawan dan Adi Purnomo pernah  dipanggil untuk dimintai keterangan terkait Penangkapan  oleh SatReskrim  Polres Pulau Buru .

Selain itu berdasarkan hasil pantauan awak Media dilapangan Kegiatan Pengolahan tong semakin Marak dan Merajalelah di beberapa tempat yakni Desa Mehetnangan kecamatan lolong Gubah kabupaten Buru, ada Dua Tempat Milik Haji Sultan,Dan Haji Komar, Nama-nama yang tidak Asing lagi di Daerah Tambang Ilegal.

Tong H. Komar yang saat ini dijaga oleh RAIS juga BRAVO Asal ternate sempat kabur Meninggalkan Tong yang Sedang berproses, hindari Media Hendak Mau dikonfirmasi pada Senin-19-Juli (2021) H. Komar adalah salah satu pemain Besar di wilaya pertambangan ilegal Sehingga Nama tersebut tidak asing lagi. Pada tahun 2018, H. Komar,salasatu diduga pemasok bahan”kimia B3 untuk kegiatan pengolahan Rendaman juga kegiatan pengolahan tongk di Kabupaten Buru.

Diduga kegiatan H. Komar saat ini dibantu oleh salah satu penambang berdasi yang punya banyak cara dan modus untuk membodohi penambang juga masyarakat ( Irawan Mole.) Rais dan Bravo. ke tiga orang tersebut berasal dari Ternate yang saat ini bersembunyi di balik kegiatan pengolahan Tong milik H. Komar  yang berada di Desa Mehinagan Kecamatan Lolong Gubah, tong yang dimaksud jaraknya berkisar 50M dari tong milik H.  Sultan. Tahun 2018 banyak Ternak Sapi yang mati akibat ulah daripada kegiatan tersebut,Namun saat telah kembali beraktifitas..??

Irawan yang dijuluki sebagai penambang berdasi kini kembali ke Namlea Kabupaten Buru karena dipanggil salah satu pengusaha tong yang berada di Jalur B untuk membantu Menjalankan kegiatan pengolahan tong juga kegiatan-nya yang lain.

Irawan Mole, yang pernah digrebek Pihak Polsek Waiapo/Polres Pulau Buru di tahun 2020, itu iya sempat kabur dan melarikandiri ke Jakarta, karena melakukan kegiatan aktifitas rendaman emas tampah ijin di Tambang Gogorea, Namun Kelincahan Polsek Waiapo/Polres  Buru kegiatan tersebut ditutup paksa oleh aparat. Hal itu membuat Irawan yang terduga pelaku pengolahan rendaman emas itu harus melarikan diri,dari pulau buru dan berdiam di Jakarta.

Irwan Mole, lolos dari jeratan hukum pada saat itu, Namun saat ini Irawan yang mengatasnamakan anggota APRI itu Telah kembali ke Pulau Buru dengan membawa sejuta modus barunya..

Dari Ibukota Jakarta, ia sempat mencoba menggalang kekuatan dengan sejumlah aktifis untuk berdemo. Dengan tujuan mendesak Kapolri dan Kasad agar memerintahkan Kapolda dan Pangdam agar mencopot Kapolres Pulau Buru dan Dandim 1506 Namlea. Namun Kapolres Egia dan Agus Guwandi tidak gentar dengan mainan Irwan Molle itu.

Pulau Buru Maluku( red)